Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana

Reksa Dana

APERD Fintech Menambah Lonjakan Jumlah Investor

Parina Theodora, Jumat, 25 Oktober 2019 | 17:45 WIB

Jakarta - Berinvestasi reksa dana kini menjadi lebih mudah dengan hadirnya platform supermarket reksa dana. Melalui platform reksa dana, investor tidak perlu repot datang ke manajer investasi. Investor hanya perlu mengunduh aplikasi supermarket reksa dana dan semua proses indentifikasi, otorisasi, dan transaksi bisa dilakukan dalam satu platform.

Baru-baru ini, ada dua platform supermarket reksa dana baru, yaitu PT Nadira Invetasikita Bersama (Investasikita) dan PT Takjub Teknologi Indonesia (Ajaib). Keduanya telah mendapatkan ijin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD).

Kehadiran platform reksa dana ini, diakui Deputi Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Halim Haryono menambah lonjakan jumlah investor reksa dana Tanah Air. Menurutnya, setelah OJK memperluas APERD ke agen penjual berbasis financial technology (fintech) pada 2014, ada perluasan jangkauan sebaran investor reksa dana dan kenaikan jumlah investornya.

“Jumlah investor empat tahun yang lalu hanya 320.000. Sekarang sudah 1,5 juta lebih investor. Sedangkan, mengenai konsentrasi investor, jika empat tahun yang lalu sebesar 82% di Pulau Jawa, sekarang hanya 76% saja. Ini bagus. Dengan adanya online reksa dana ini efektif menyebarkan jumlah investor yang ada di Indonesia,” jelas Halim.

Selain mampu menjangkau investor lebih luas, platform reksa dana ini juga banyak menawarkan keunggulan lebih dibandingkan dengan agen penjual lain. Salah satunya adalah, nilai minimum investasi yang rendah dan tidak dikenakannya biaya pembelian maupun penjualan unit reksa dana. Rerata platform reksa dana ini menetapkan minimum investasi Rp 10.000.

Angka tersebut dinilai cukup terjangkau dan mampu menarik minat investor pemula untuk berinvestasi di pasar modal. InvestasiKita, misalnya, sudah menawarkan 47 produk reksa dana dengan minimum investasi Rp 10.000.

CEO PT Nadira Investasikita Bersama, Ady Pangerang mengatakan, pihaknya juga menawarkan fitur tambahan berupa robo advisory. Teknologi robo advisory ini akan membantu investor memilih reksadana yang cocok dengan profil risiko nasabah. InvestasiKita ini juga dilengkapi dengan fitur stop before loss dan rebalancing portofolio.

"Sehingga, investor terbantu dalam mengelola reksa dana melalui opsi pilihan rekomendasi dan evaluasi kinerja reksadana secara berkala, apalagi ketika kinerja portofolio sudah mulai akan terkoreksi," kata Ady.

Sementara, Ajaib menawarkan nilai minimum investasi yang lebih beragam dari mulai Rp 10.000 sampai Rp 10 juta. Platform reksa dana ini sudah menawarkan sekitar 100 produk reksa dana. Menurut Anderson Sumarli, CEO Ajaib, khusus investor pemula pihaknya menyediakan investasi bertema khusus.

“Investor dapat memilh menanamkan uang mereka pada sektor yang mereka percaya, misalnya BUMN, syariah, saham, dan lain-lain,” paparnya. Sedangkan investasi bertujuan khusus, Ajaib menyajikan paket investasi yang disusun berdasarkan profil risiko dan tujuan masing-masing investor.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA