Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

April, FUNDtastic Catat Dana Kelolaan Rp 240 Miliar

Selasa, 25 Mei 2021 | 07:11 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Platform investasi dan pengelola keuangan, FUNDtastic, membukukan lonjakan dana kelolaan sebesar 400% menjadi Rp 240 miliar per akhir April 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan pertumbuhan dana kelolaan hingga akhir tahun ini diprediksi mencapai 300%.

Dana kelolaan terbesar disumbangkan produk reksa dana senilai Rp 202 miliar dan sisanya Rp 38 miliar berasal dari produk investasi emas. “FUNDtastic optimistis dana kelolaan akan terus bertumbuh dengan target tahun ini mencapai 300%. Peningkatan dana keloaan tersebut dilakukan dengan target penambahan sebanyak 15 produk atau lima produk dari masing-masing aset manajemen,” kata Chief Investment Officer dan Co-Founder FUNDtastic Franky Chandra kepada Investor Daily, Senin (24/5).

Guna mengejar target tersebut, perseroan akan menambah beberapa aset manajemen yang bakal bergabung dengan perseroan, seperti PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dan PT BNP Paribas Asset Management (BNPP AM). Saat ini, FUNDtastic telah menyalurkan 65 produk reksa dana yang dikelola oleh 11 manajemen investasi. Selain reksa dana, FUNDtastic juga menyediakan produk investasi emas untuk pilihan investor. ”Dengan demikian, kami sudah menghadirkan 13 aset manajemen dalam platform kami tahun ini,” katanya.

Sementara itu, CEO dan co-founder FUNDtastic Harry Hartono mengingatkan investor untuk mengenali produk investasinya guna meminimalisir potensi risiko yang bisa timbul dari investasi tersebut. “Masih banyak investor yang belum melakukan cek dan ricek alias validasi sebelum berinvestasi. Rasa cemas atau takut ketinggalan (fear of missing out/FOMO) menjadi penyebab utama para investor awam masuk tanpa mengenal produk investasi terlebih dahulu. Selain itu, ajakan teman atau kerabat juga membuat sebagian orang mengabaikan langkah validasi tersebut,” katanya.

Selain mengenali produk investasi, investor disarankan untuk mengenali diri sendiri. Harry mengklasifikasi dua tipe investor secara garis besar. Pertama, tipe value investor yakni investor yang berinvestasi pada aset yang memiliki nilai yang bagus dan bertumbuh. Umumnya, value investor tak terpengaruh pada FOMO maupun spekulasi, karena fokus untuk berinvestasi pada jangka panjang. Oleh karena itu, value investor sering disebut juga sebagai passive investor, karena mereka tidak aktif melakukan transaksi, dan pasif menunggu produk investasinya bertumbuh dan memberikan imbal hasil yang optimal.

Sebaliknya, tipe investor kedua adalah berinvestasi pada aset yang dipengaruhi permintaan dan pasokan (demand dan supply), umumnya melakukan transaksi aset dalam jangka waktu yang lebih singkat dan bergantung pada momentum waktu dan spekulasi.

Sebelumnya, FUNDtastic meraih pendanaan Seri A atau US$ 7,7 juta pada awal tahun 2021. Pendanaan seri A ini dipimpin oleh Ascend Capital Group, bersama dengan Indivara Group dan investor lainnya. Pada 2020 lalu, jumlah pengguna akun FUNDtastic telah meningkat hampir 5 kali lipat dibandingkan tahun 2019. Meskipun pandemi Covid-19 telah memukul roda perekonomian Indonesia, namun kesadaran masyarakat tentang pentingnya investasi dan kebutuhan dana darurat semakin tinggi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN