Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Ashmore Catatkan Dana Kelolaan Rp 34,9 Triliun

Minggu, 18 April 2021 | 22:04 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) mencatatkan dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp 34,9 triliun hingga akhir Maret 2021. Angka ini menurun 9,43% dibandingkan dengan total dana kelolaan per akhir tahun 2020 yang sebesar Rp 38,61 triliun.

Presiden Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Ronaldus Gandahusada menjelaskan, hal itu disebabkan oleh aksi pengambilan keuntungan sepanjang awal tahun, setelah membaiknya indeks yang membawa arus dana masuk pada akhir tahun 2020. Mayoritas dari arus dana yang keluar datangnya dari tema pendapatan tetap yang berkontribusi hampir 80% dari total arus dana yang keluar.

Secara rinci, pada periode tersebut dana kelolaan Ashmore AM Indonesia bersumber dari investasi pendapatan tetap Rp 10,68 triliun, saham Rp 24,04 triliun dan lainya Rp 0,25 triliun. Sedangkan arus dana yang keluar sebesar Rp 2,6 triliun atau setara dengan US$ 0,18 miliar dan kinerja investasi yang menurun sebesar Rp 1 triliun. “Hal ini dipicu oleh meningkatnya imbal hasil obligasi global dan menguatnya mata uang Amerika Serikat,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Kendati demikian, produk dengan tema investasi pendapatan tetap mendapat efek positif dari penguatan mata uang dolar Amerika Serikat dan membukukan kinerja investasi positif sebesar Rp 0.2 triliun. Terlebih apabila diukur secara tahunan, total dana kelolaan perseroan bertumbuh 72,1% dibandingkan dengan akhir Maret 2020 lalu.

Lebih lanjut, Ronaldus mengatakan, sepanjang tiga bulan tersebut, imbal hasil obligasi 10 tahun Indonesia mengalami kenaikan sebesar 89 basis poin (bps) sementara mata uang rupiah mengalami pelemahan sebesar 3,1 % secara kuartalan. Sedangkan, pasar saham saham Indonesia tidak mengalami perubahan banyak walau saham dengan kapitalisasi besar yang direpresentasikan oleh LQ45 menurun 3,4% secara kuartalan.

“Dengan latar belakang tersebut, kinerja Reksa Dana Ashmore Asset membukukan kinerja sedikit di bawah indeks acuan untuk strategi saham dan mengalami kinerja investasi negatif Rp 1,2 triliun,” ujarnya.

Aksi pengambilan keuntungan ini bukan jadi hal yang mengejutkan, terutama dengan naiknya ekspektasi inflasi Amerika Serikat yang berkaitan dengan naiknya imbal hasil obligasi.

Sementara itu, terlepas dari volatilitas pasar jangka pendek, dana kelolaan Ashmore Indonesia saat ini masih dalam posisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan berada di posisi yang baik untuk mengambil keuntungan dari perbaikan ekonomi global dan juga dari reformasi kebijakan ekonomi di Indonesia. 

“Pada tahun ini, pasar akan diwarnai dengan kombinasi kebijakan dari pemerintah untuk mempercepat pemulihan. Semisal, pendirian Sovereign Wealth Fund pada kuartal dan perbaikan literasi keuangan merupakan indikasi yang positif bagi masa depan industri manajemen aset di Indonesia,” paparnya.

Optimistis

Sebelumnya, Ashmore Asset Management Indonesia optimistis akan kembali membukukan pertumbuhan dana kelolaan melampaui industri pada akhir 2021. Untuk mencapainya, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari produk baru hingga pemasaran melalui digital.

Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Arief Wana mengatakan, tahun ini, perseroan meluncurkan produk baru yang bertema Environmental, Social and Governance (ESG). “Selain itu, kami akan merilis produk dengan tema syariah, kemungkinan pada semester dua mendatang,” kata dia.

Strategi lainnya, Arief menambahkan, peluncuran produk baru tersebut akan diikuti dengan dengan pendalaman penjualan melalui pemasaran melalui digital. Salah satu upaya yang dilakukan perseroan dalam digitalisasi yakni dengan melakukan kemitraan dengan anak usaha dari Bukalapak, yakni Buka Investasi Bersama (BIB) untuk menyediakan akses reksa dana dan produk investasi melalui jalur digital.

BIB merupakan agen penjual reksa dana berbasis online yang didirikan pada Oktober 2020 yang memiliki tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas investasi bagi masyarakat Indonesia, terutama underserved segment. Ashmore berinvestasi sebesar Rp 50 miliar untuk 20% kepemilikan saham di BIB.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN