Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

Ashmore Management Optimistis Pertumbuhaan Dana Kelolaan di Atas Industri

Selasa, 23 Februari 2021 | 13:34 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) optimistis terhadap pertumbuhaan dana kelolaan melampaui kenaikan dana kelolaan industri tahun 2021. Guna mencapainya, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari produk baru hingga pemasaran melalui digital.

Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Arief Wana mengatakan, tahun ini, perseroan berencana untuk meluncurkan produk baru yang bertema Environmental, Social and Governance (ESG) pada kuartal-I. “Selain itu, kami akan merilis produk dengan tema shariah, kemungkinan pada semester dua mendatang,” jelasnya kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (23/2).

Strategi lainya, Arief menambahkan, peluncuran produk baru tersebut akan diikuti dengan dengan pendalaman penjualan melalui pemasaran melalui digital. Untuk diketahui, sebelumnya perseroan melakukan kemitraan dengan anak usaha dari Bukalapak, yakni Buka Investasi Bersama (BIB) untuk menyediakan akses reksadana dan produk investasi melalui jalur digital.

BIB sendiri, merupakan agen penjual reksadana berbasis online yang didirikan pada Oktober 2020 yang memiliki tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas investasi bagi masyarakat Indonesia, terutama underserved segment. Ashmore berinvestasi sebesar Rp 50 miliar untuk 20% kepemilikan saham di BIB.

Menurut Arief, peningkatan kesadaran akan berinvestasi sejak pandemi menjadi signal yang baik bagi terhadap bisnis perseroan. Namun hal ini masih perlu ditingkatkan, karena partisipasi masyarakat indonesia dalam berinvestasi masih terbilang rendah, dibandingkan dengan negara-negara lainya. “Literasi finansial yang lebih dalam perlu dilakukan oleh para pemain di industri dan pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, dengan berbagai strategi tersebut, Ashmore AM Indonesia optimis dapat membukukan dana kelolaan yang lebih tinggi diatas industri. Meski masih dibawah tekanan pandemi, perseroan menilai bisnis aset manajemen masih baik.

“Secara keseluruhan, tahun 2021, pertumbuhan dana kelolaan cukup menjanjikan dengan adanya distribusi vaksin dan sentimen dari Omnibus Law dan Sovereign Wealth Fund (SWF) jadi katalis positif penguatan indeks saham dan obligasi,” kata dia.

Selain itu, sentimen Omnibus Law dan Sovereign Wealth Fund (SWF) juga dapat penopang penguatan indeks saham dan obligasi yang meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi.

Terkait diversifikasi produk, Arief memaparkan, kini, perseroan masih fokus dalam mengelola investasi secara fundamental dan memberikan alpha untuk investor secara konsisten. Berdasarkan data perseroan, performa produk yang perseroan miliki selama 6 bulan ke belakang mampu mengalahkan benchmark, hal ini menjadi alasan Ashmore AM Indonesia untuk terus menjalankan strategi tersebut.

Sementara itu, Ashmore AM Indonesia masih belum bisa memberikan rincian terkait anggaran belanja modal pada tahun ini. Namun yang pasti, semua biaya operasional di tahun ini dibiayai oleh margin keuntungan pada Desember 2020 lalu, bahkan perseroan berencana untuk kembali membagikan dividen kepada pemegang saham.

“Margin kami per Desember 2020 masih cukup tinggi, sehingga dapat membiayai operasional kami dan membuka opportunity untuk membayarkan dividen,” pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN