Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana

Reksa Dana

AUM ETF Tumbuh Empat Kali Lipat Jadi Rp 15,2 Triliun

Thereis Love Kalla, Rabu, 20 November 2019 | 15:25 WIB

JAKARTA, Investor.id -  Dana kelolaan (Asset Under Management/ AUM) produk exchange traded fund (ETF) hingga November 2019 tumbuh 4 kali lipat menjadi Rp 15,2 triliun, dibandingkan awal tahun 2015 sebesar Rp 2,6 triliun.

 

"Sejalan dengan pertumbuhan reksa dana, produk ETF naik sgnifikan, dana kelolaan ETF meningkat lebih dari 4 kali lipat dari hanya Rp 2,6 triliun pada awal tahun 2015, menjadi Rp 15 triliun per 14 November 2019,"  ungkap Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan Sujanto (OJK) di acara Indonesia ETF Conference 2019, Rabu (20/11).

Peningkatan AUM tersebut, ungkap dia, juga sejalan penambahan jumlah produk ETF dari hanya 7 produk pada awal 2015 menjadi 33 produk per bulan November tahun ini. "Hal tersebut tidak terlepas dari tren investasi global yang terus berinvestasi kepada produk investasi yang dikelola secara pasif, dibandingkan produk yg dikelola secara aktif dimana kebanyakan mengejar imbal hasil yang optimal," ungkap Sujanto.

Kendati demikian, Sujanto mengatakan, pangsa pasar ETF di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu mencapai 2,7% dari total dana kelolaan industri reksadana di indonesia. Dengan kondisi ini tentunya masih banyak ruang untuk mengembangkan potensi ETF

"Bagi kami ini menunjukkan ruang yang besar bagi produk ETF untuk terus bertumbuh kedepan, dan juga sebuah tantangan bagi kita semuaya dalam upaya menggairahkan produk ETF di Indonesia," tandas Sujanto.

Sementara itu Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi menyambut baik dan mengapresiasi perkembangan dan capaian AUM produk ETF.

"ETF merupakan salah satu produk investasi yang banyak diminati oleh investor retail dan institusional karena return yang ditawarkan dan keunggulan lainntya sebagai alat investasi yang efisien dan praktis," tegasnya

Di kawasan ASEAN, saat ini Indonesia menempati posisi pertama dari sisi jumlah produk ETF berbasis lokal index, sedangkan dari sisi total jumlah produk ETF, Indonesia menempati posisi kedua setelah Singapura yang memiliki 51 ETF.

"Semakin banyaknya pelaku pasar yang masuk ke pasar ETF saat ini juga mencerminkan keyakinan pasar akan potensi pertumbuhan produk ETF sebagai salah satu alternatif produk investasi bagi investor di Pasar Modal Indonesia, baik kalangan ritel maupun institusi," tandasnya.

Sejalan dengan momentum perkembangan ETF saat ini, BEI berupaya untuk terus mendorong pendalaman pasar ETF dengan mereview dan merumuskan berbagai kebijakan terkait ETF dengan melibatkan OJK, Manajer Investasi, Dealer Partisipan, dan pihak terkait lainnya.

"Salah satu insentif yang baru saja dikeluarkan BEI antara lain memberikan pembebasan biaya transaksi Dealer Partisipan mulai September 2019. Bursa optimis dengan kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, produk ETF dapat lebih berkembang di Pasar Modal Indonesia di masa mendatang." ujar Inarno.

Inarno menjelaskan sejak peluncurannya di 2007 produk ETF di indonesia telah berkembng sangat signifikan dari sisi AUM maupun jumlah produk. "Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ada peningkatan  260% dari sisi jumlah produk, dari 10 produk menjadi 36 produk sampai dengan saat ini. Sedangkan dari sisi AUM meningkat 136% dari awal 2017 sebesar Rp 6,4 triliun menjadi  Rp 15,2 t per Oktober 2019, jelasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA