Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PNM Investment Management melakukan pencatatan perdana reksa dana yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan (exchange traded fund/ETF) di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PNM ETF Core LQ45.

PNM Investment Management melakukan pencatatan perdana reksa dana yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan (exchange traded fund/ETF) di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PNM ETF Core LQ45.

AUM PNM Investment Melonjak 58% Jadi Rp 13,6 Triliun

Parluhutan Situmorang, Senin, 3 Februari 2020 | 08:15 WIB

JAKARTA, Investor.id – PT PNM Investment Management (PNM IM) berhasil membukan lonjakan dana keloaan (asset under management/AUM) sebesar 58% menjadi Rp 13,6 triliun sepanjang tahun 2019. Pertumbuhannya jauh di atas rata-rata kenaikan dana kelolaan indusstri reksa dana sekitar 7% menjadi Rp 542 triliun. Sedangkan AUM PNM IM tahun ini diproyeksikan bertumbuh hingga 20%.

Direktur Investasi PNM IM Solahudin mengatakan, di tengah pertumbuhan pasar modal yang moderat, PNM IM berhasil membukukan pertumbuhan kinerja usaha maupun dana kelolaan yang signifikan sepanjang 2019. Hal ini ditunjukkan peningkatan AUM sebesar 58% dari Rp 8,56 triliun menjadi Rp 13,6 triliun sampai akhir 2019. Kinerja ini berhasil melampaui kenaikan dana kelolaan industri reksa dana yang tercatat kurang dari 7% menjadi Rp 542 triliun pada 2019.

Dari total nilai AUM tersebut, dia mengtakan, pertumbuhan dana kelolaan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) tercatat paling tinggi sekitar 73,7% menjadi Rp 6,01 triliun. Disusul reksa dana terproteksi dengan peningkatan sekitar 49% menjadi Rp 1,91 triliun. Demikian pula, dana kelolaan reksa dana jenis open-end juga meningkat sekitar 41% menjadi Rp 4,37 triliun.

Menurutnya, kenaikan dana kelolaan tersebut diitopang penerbitan produk-produk reksa dana baru, baik jenis reksa dana penyertaan terbatas maupun jenis open-end khususnya jenis pasar uang. Tercatat sepanjang 2019, perseroan meluncurkan sebanyak 20 produk baru.

"Tahun lalu, kami cukup agresif menerbitkan produk baru. Bukan penerbitan produk RDPT, kita juga mulai masuk pada produk-produk alternatif seperti reksa dana ETF,” katanya melalui penjelasan resminya di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Utama PNM IM Bambang Siswaji mengatakan, tingginya kontribusi produk RDPT terhadap total AUM sejalan dengan misi perseroan, yaitu keinginan menjembatani pasar modal dengan sektor riil. Bahkan, perseroan selama ini tetap fokus membantu pengembangan pembiayaan sektor riil unggulan yang berorientasi ekspor dan sektor UMKM.

Apalagi, menurut dia, kebutuhan pembiayaan sektor riil diperkirakan tetap besar ke depan. Hal ini disebabkan perusahaan sektor riil akan semakin didorong melakukan ekspansi usaha seiring dengan membaiknya prospek perekonomian nasional. "Sebagai anak usaha salah satu BUMN, PNM Investment selama ini terus berkomitmen untuk membantu Pemerintah dengan membantu pembiayaan di pasar modal bagi pengembangan sektor riil," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Keuangan PNM IM Ade S Djajanegara mengatakan, pertumbuhan dana kelolaan tersebut mendorong kinerja usaha perseroan ikut tumbuh secara menggembirakan. Hingga akhir 2019, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 19,4 miliar atau meningkat sekitar 35%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 14,4 miliar.

"Capaian kinerja tahun 2019 itu membuktikan strategi bisnis yang tepat dan ini menjadi pijakan yang kuat bagi Perseroan untuk semakin memacu kinerja yang lebih baik ke depan. Kami optimistis seiring kondisi pasar yang akan lebih baik pada tahun ini," jelasnya..

Terkait tahun 2020, dia mengatakan, perseroan masih tetap melanjutkan ekspansi bisnis. Untuk meningkatkan AUM, perseroan akan mengembangkan produk-produk unggulan dan inovasi produk seperti ETF, KIK-EBA dan DINFRA. Selain itu, perseroan juga akan melakukan perluasan pasar dengan mengembangkan distribusi layanan di beberapa kota besar di Indonesia. Sehingga, diharapkan total dana kelolaan PNM IM tahun ini bisa meningkat sekitar 20% dibanding tahun lalu.

“Di tahun 2019 setelah berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 9001, PNM IM selanjutnya akan menempuh sertifikasi ISO 27001 terkait keamanan sistem teknologi informasi sebagai upaya antisipasi berkembangnya transaksi online,” kata Ade.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA