Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana

Reksa Dana

Bahana Bidik Peningkatan AUM Sekitar 7-10%

Kamis, 30 Januari 2020 | 19:03 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan (Aset Under Management/ AUM) sebesar 7-10% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai Rp 48,98 triliun.

Direktur Pemasaran dan Produk Bahana Rukmi Proborini mengatakan, target pertumbuhan tersebut masih realistis untuk direalisasikan. Pertumbuhan akan didukung produk investasi alternatif dan konvensional. “Target pertumbuhan AUM sekitar 7-10%. Target dasarnyanya 7%, optimisnya 10%,” ujarnya disela Bahana TCW Media Forum di Jakarta, Kamis (30/1).

Sedangkan peluncurana produk investasi alternatif dan konvensional akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan permintaan investor  “Kami menargetkan pertumbuhan AUM nantinya dari alternatif investment sekitar 50%, seperti KIK EBA, reksa dana  penyertaan terbatas. Sedangkan sisanya berasal dari produk konvensional,” kata Rukmi.

Tahun lalu, Bahana TCW membukukan AUM sebesar Rp 48,98 triliun atau bertumbuh dari perolehan tahun 2018 mencapai Rp 47,97 triliun. Dengan pencapaian total AUM tersebut, anak usaha Bahana Pembinaan Usaha lndonesia (BPUI) ini, tercatat sebagai manajer investasi (MI) dengan dana kelolaan paling besar ketiga tertinggi dalam pengelolaan reksa dana.

Perseroan mencatatkan bahwa produk reksa dana pendapatan tetap (fixed income) menjadi produk terfavorit pilihan nasabah dengan total dana kelolaan Rp 16 triliun. “Kami menduduki peringkat pertama dari sisi dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp 16 triliun dengan kontributor terbesar Asian Bond Fund Indeks Bond Fund (ABF),” kata dia.

Menurut dia, Asian Bond Fund lndex Bond Fund (ABF) merupakan satu-satunya produk index bond fund di industri saat ini yang mengikuti (tracking) indeks Markit iBoxx ABF lndonesia. Hingga akhir 2019 lalu, tercatat 1.170 investor berinvestasi di produk ABF yang dibentuk oleh Executive Meellng of East Asia and Pacific Central Bank (EMEAP), yakni sebagai investor sponsor utama yang menggagas penerbitan lndeks iBoxx ABF lndonesia.

Awalnya, lanjut Rukmi, reksa dana ini dipasarkan untuk investor institusi dengan pembelian minimal Rp 1 miliar. Namun sejak 2019, produk tersebut mulai dipasarkan ke ranah ritel dengan nilai investasi minimal Rp 1 juta. “Ke depan, jumlah minimum investasi akan diturunkan menjadi Rp 100 ribu, agar lebih terjangkau bagi para investor, khususnya melalui channel digital,” jelasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN