Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bahana TCW Investment Management Edward P Lubis. Foto: amii.or.id

Direktur Utama Bahana TCW Investment Management Edward P Lubis. Foto: amii.or.id

Bahana TCW Luncurkan KIK-EBA Perdana

Mashud Toarik, Kamis, 5 September 2019 | 14:09 WIB

Jakarta, investor.id - PT Bahana TCW Investment Management secara resmi meluncurkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) - Efek Beragunan Aset (EBA) Bahana Bukopin Kumpulan Tagihan Kredit Pensiunan Yang Dialihkan.

Ini merupakan pertamakalinya bagi Bahana TCW merilis produk berbentuk KIK-EBA. Produk ini sendiri telah efektif sejak 29 Agustus 2019, sementara pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada Kamis, 5 September 2019.

KIK - EBA ini merupakan investasi dengan portofolio yang terdiri dari surat berharga atas kumpulan Tagihan Kredit Pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dialihkan sebagian, dengan PT Bank Bukopin Tbk sebagai penerbit surat berharga.

“Ini merupakan suatu alternatif investasi bagi para investor yang mencari diversifikasi untuk underlying portofolio dengan imbal hasil yang stabil, menarik dan lebih tinggi, dibandingkan obligasi dengan peringkat yang sama," ujar Edward Lubis, Presiden Direktur Bahana TCW Investment Management sebagaimana dikutip dari keterangan resminya kepada Majalah Investor, Kamis (5/9/2019). 

Sementara sumber dana pembayaran cicilan pokok dan kupon pun berasal dari arus kas manfaat pensiun yang dibayarkan PT Taspen, sehingga lembaga pemeringkat Pefindo memberikan rating AAA yang berarti risiko investasi tergolong rendah.  

Adapun, KIK-EBA Bahana Bukopin Kumpulan Tagihan Kredit Pensiunan Yang Dialihkan ini memiliki dua kategori, yakni kategori A1 yang ditawarkan melalui penawaran umum sejak tanggal efektif, dengan tenor tiga tahun dan kupon 9,25 persen.

Sedangkan, kategori A2 merupakan produk yang ditawarkan melalui penawaran terbatas (private placement) dengan tenor tujuh tahun dan kupon 10 persen.

“Dengan produk KIK-EBA ini bisa menjadi pilihan bagi beragam investor, baik itu investor retail maupun investor institusi, seperti dana pensiun, perusahaan,” tambah Edward.

Produk KIK-EBA Bahana Bukopin Kumpulan Tagihan Kredit Pensiunan Yang Dialihkan ini memiliki fitur pembayaran kupon dan pelunasan pokok setiap tiga bulanan, sehingga investor akan menerima hasil investasi berupa sejumlah pembayaran pokok hingga 100% sampai dengan jatuh tempo, yakni selama tiga tahun atau pada Agustus 2022.

Instrumen ini memiliki risiko investasi yang rendah, dimana kredit yang dialihkan mempunyai nilai pokok yang menghasilkan bunga sehingga total penerimaan cash flow adalah sebesar Rp 2,015 triliun.

Adapun, KIK - EBA membeli kredit tersebut dengan nilai maksimal Rp 1,3 triliun, sehingga coverage atas EBA yang dibeli adalah sebesar 155 persen.

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA