Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BNI Assets Management

BNI Assets Management

BNI Asset Management Targetkan Dana Kelolaan XBES Capai Rp 1 Triliun

Nabil Alfaruq, Kamis, 9 Januari 2020 | 16:49 WIB

JAKARTA, investor.id — PT BNI Asset Management menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) dari Reksa Dana BNI-AM ETF MSCI ESG Leaders Indonesia sebesar Rp 1 triliun. Reksa dana ini baru dicatatkan pada hari ini dan dengan ticker XBES.

Direktur BNI Asset Management Reita Farianti mengatakan, target sebesar Rp 1 triliun akan tercapai dalam jangka waktu satu tahun setengah. Hal ini melihat dari kesuksesan perseroan yang sebelumnya berhasil memperoleh sebesar Rp 1 triliun 2018.

“Dipertengah 2018 sampai menuju akhir tahun kemarin kita sudah berhasil mengumpulkan dana kelolaan sebesar Rp 1 triliun, hal ini yang memacu kita berani meluncurkan produk ini,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/01).

BNI Assets Management
Direktur BNI Asset Management Reita Farianti

Reksa Dana ETF ini merupakan reksa dana ETF kedua yang diterbitkan oleh perseroan. Sebelumnya BNI-AM telah menerbitkan Reksa Dana BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia Equity Index dengan ticker XBNI pada tahun 2018. Jika dilihat dari terbitnya beberapa Reksa Dana ETF, XBES merupakan Reksa Dana ETF ke-39 yang telah dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kami meluncurkan XBES untuk menyediakan varian produk bagi investor yang ingin mengoptimalkan kinerja investasi dengan portofolio investasi emiten berfundamental baik dan mempertimbangkan aspek ESG,” kata Reita.

Menurut Reita, faktor ESG kini menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan bagi banyak investor terutama institusi untuk menentukan arah investasi, sehingga perseroan perlu menerbitkan ETF dengan tema ESG.

“Alasan lain mengapa kami memilih ETF ESG adalah perusahaan yang mampu menghasilkan imbal hasil yang tinggi dan sustainable dalam jangka panjang adalah perusahaan yang memiliki pengelolaan ESG yang baik. Good ESG menjadi indikator good management quality dan dalam jangka panjang turut kontribusi pada pertumbuhan perusahaan,” jelas Reita.

Sementara itu, untuk produk ini pembelian di pasar primer minimum transaksi adalah senilai 1 unit kreasi yang setara dengan 100 ribu lembar unit penyertaan. Sementara pembelian di pasar sekunder dapat dilakukan mulai dari 1 lot atau setara dengan 100 lembar unit penyertaan.

Bagi investor yang tertarik membeli atau menjual XBES di pasar primer dapat melakukannya melalui dealer partisipan yaitu Mandiri Sekuritas. Sedangkan untuk pembelian dan penjualan XBES di pasar sekunder dapat dilakukan melalui mekanisme perdagangan di BEI melalui perantara pedagang efek Anggota Bursa.

“Diharapkan melalui peluncuran XBES dapat memperkaya varian produk berkualitas yang kami miliki dan dapat memberikan akses kepada investor untuk berinvestasi di produk pasar modal yang dikelola secara professional dan terjangkau nilai pembeliannya,” ujar Reita.

Sementara itu terkait total dana kelolaan hingga akhir tahun, perseroan menargetkan pertumbuhan bisa mencapai 35%, hal ini tercermin dari pertumbuhan AUM yang diperoleh pada tahun 2018 yang juga mencapai 35%.

Di sisi lain pada tahun 2019, total dana AUM perseroan tumbuh mencapai Rp 22 triliun. “Alhamdulillah 2019 industri hanya 10% average, jadi kita 3 kali dari rata2. Kami berharap tahun 2020 dengan segala sense yang kami anggap lebih kondusif dari 2019 meskipun kita tetep harus hati-hati, sampai dengan perjanjian perdagangan fase pertama antara US dan Tiongkok benar-benar diterapkan,” ujar Reita.

Kemudian terkait dengan kasus jiwasraya dan Asabri, Reita menjelaskan bahwa BNI AM tidak memiliki kerjasama dengan kedua lembaga tersebut. Di sisi lain, dampak yang diberikan kepada perseoran tidak secara direct melainkan indirect. “kami lebih ke indirect, ke depan kami dalam melakukan proses penjualan harus lebih hati-hati,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN