Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

Dana Kelolaan Ashmore AM Indonesia Naik 53,4%

Rabu, 14 Juli 2021 | 14:22 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) hingga akhir Juni 2021 mencatatkan dana kelolaan sebanyak Rp 35 triliun, naik 53,4% dibanding periode sama tahun lalu Rp 22,78 triliun. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibanding industri yang sebesar 11,1%.

“Pada kuartal ini, dana kelolaan kami menerima arus masuk sebesar Rp 0,47 triliun yang diimbangi dengan penurunan kinerja investasi sebesar Rp 0,49 triliun. Rata-rata dana kelolaan Ashmore untuk periode satu tahun terakhir mengalami kenaikan sebesar 19,1% secara tahunan, dari Rp 26,8 triliun ke posisi Rp 32 triliun,” kata Presiden Direktur Ashmore AM Indonesia Ronaldus Gandahusada dalam keterangan resminya, Rabu (14/7).

Ronaldus menambahkan, walaupun volatilitas terjadi sepanjang kuartalan, indeks pasar saham Indonesia ditutup tidak berubah, dengan saham-saham kapitalisasi kecil atau menengah dan sektor terkait teknologi mengungguli saham kapitalisasi besar untuk dua kuartal berturut-turut.

Di sisi lain, pasar obligasi terus pulih, di mana imbal hasil obligasi pemerintah indonesia mencapai puncaknya pada akhir Maret 2021 sebelum mengalami penguatan dengan imbal hasil obligasi 10 tahun, turun 21 base point sepanjang kuartal tersebut. Sementara volatilitas Rupiah tetap terkendali.

“Dengan latar belakang pasar ini, produk ekuitas yang dimiliki Ashmore berkinerja relatif baik dan mengungguli masing-masing indeks acuan, sementara produk dengan tema investasi pendapatan tetap memberikan kinerja positif sebesar Rp 0,2 triliun,” ujar dia.

Secara rinci, Ronaldus mengatakan, arus masuk bersih pada periode tersebut sebagian besar ke dalam produk reksa dana saham, mencerminkan permintaan yang meningkat terhadap kelas asset saham yang didorong oleh meningkatnya daya tarik sektor teknologi.

Adapun, tema investasi pendapatan tetap Ashmore menerima arus masuk yang positif selama kuartal tersebut, bersamaan dengan masuknya investor asing ke obligasi Pemerintah Indonesia meskipun terdapat beberapa volatilitas di pasar pendapatan tetap global. Pada akhir kuartal, tema reksadana pendapatan tetap yang masuk berjumlah Rp 11,06 triliun, dan saham Rp 23,60 triliun.

Pencapaian tersebut juga tidak lepas dari strategi perusahaan untuk terus melakukan inovasi produk, penurunan imbal hasil obligasi secara global, dan likuiditas yang kuat di sistem perbankan, serta pemulihan berkelanjutan di pasar saham.

“Kami percaya bahwa di tengah volatilitas yang sedang berlangsung, Indonesia memiliki posisi yang menarik di antara negara-negara pasar berkembang dengan fleksibilitas kebijakan fiskal dan moneter, imbal hasil yang menarik, dan mata uang yang stabil. Oleh karena itu, prospek industri manajemen aset di Indonesia tetap positif dan mendukung pertumbuhan jangka panjang Ashmore,” kata dia.

Sebelumnya, Ashmore Asset Management Indonesia berkolaborasi dengan Bukalapak melalui anak usahanya yakni PT Buka Investasi Bersama (BIB) dengan meluncurkan aplikasi investasi bernama BMoney.  

Kolaborasi ini dilakukan lantaran perseroan percaya bahwa pertumbuhan pada industri aset manajemen dapat dipercepat melalui strategi digital. Pasalnya, aksesibilitas dan kepercayaan terhadap platform investasi merupakan dua hal penting yang harus dimiliki oleh agen penjual untuk dapat terus bersaing di era digitalisasi yang masih terus berkembang. 

Diluncurkannya BMoney, diharapkan menjadi langkah awal pada inklusivitas keuangan di Indonesia terutama dengan rendahnya nominal investasi yang diperbolehkan, berbagai produk investasi yang populer dan fitur yang mudah digunakan.

Dalam aplikasi ini, para pengguna dapat berinvestasi mulai dari Rp 1000 dengan proses registrasi yang singkat yakni, tidak lebih dari lima menit. Dalam transaksi ini pengguna tidak dibebankan biaya. Kelebihan lainnya yakni, aplikasi Bmoney dapat diakses kapan saja dan menjaminkan transaksi yang aman, seiring dengan komitmen dari kedua perusahaan untuk memberikan rasa aman dalam berinvestasi.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN