Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Lukas (Pexels)

Ilustrasi investasi. Foto: Lukas (Pexels)

Dana Kelolaan Reksa Dana Menuju Rp 600 Triliun

Selasa, 12 Januari 2021 | 23:03 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.idDana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana tahun ini diperkirakan mencapai Rp 600 triliun. Dana kelolaan tersebut meningkat 4,61% dibandingkan akhir 2020 yang sebesar Rp 573,54 triliun.

Head of Investment Research PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, meningkatnya jumlah investor ritel bisa mendorong pertumbuhan industri reksa dana. "Pada tahun 2020, jumlah investor ritel mencapai lebih dari 3 juta orang. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak lagi sehingga berdampak pada industri reksa dana," kata dia kepada Investor Daily.

Peningkatan dana kelolaan juga seiring dengan peningkatan tingkat pengembalian investasi (return) produk reksa dana. Tahun ini, return reksa dana saham diperkirakan mencapai 10%. Sementara, untuk return reksa dana lainnya, yakni reksa dana pendapatan tetap bisa mencapai 3,75% dan reksa dana pasar uang sebesar 3-4%. Adapun return reksa dana campuran diperkirakan sebesar 8%.

Menurut Wawan, setidaknya ada dua faktor yang bisa mempengaruhi dana kelolaan dan return reksa dana pada tahun ini. Pertama adalah dari sisi suku bunga acuan Bank Indonesia yang diperkirakan akan menurun satu kali lagi tahun ini. Kedua adalah distribusi vaksin Covid-19.

Menurut Wawan, kuartal I-2021 menjadi momen bagi investor untuk melihat dampak dari vaksinasi massal. "Masih ada ketidakpastian setelah distribusi vaksin dilakukan, apakah distribusi tersebut berjalan lancar dan berdampak positif terhadap aktivitas masyarakat," ujar dia.

Karena itu, di tengah ketidakpastian tersebut, Wawan menyarankan investor untuk menerapkan strategi 50% investasi di instrumen reksa dana berbasis obligasi, 30% di reksa dana berbasis saham dan 20% di reksa dana pasar uang.

Apabila vaksinasi tersebut berjalan lancar dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, maka investor bisa mengubah portofolionya. Wawan menyarankan investor bisa mengalokasikan 40% investasinya di reksa dana berbasis obligasi, 40% di reksa dana saham dan 20% di reksa dana pasar uang.

Tumbuh 5,78%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana kelolaan industri reksa dana sebesar Rp 573,54 triliun per Desember 2020, tumbuh 5,78% dibandingkan akhir Desember 2019 yang mencapai Rp 542,17 triliun.

Sepanjang tahun lalu, dana kelolaan terbesar tercipta pada bulan Desember. Sebelumnya, industri reksa dana juga mencatat dana kelolaan yang cukup besar pada November 2020 sebesar Rp 547,84 triliun.

Dari total dana kelolaan tersebut, reksa dana terproteksi menjadi kontributor utama sebesar Rp 145,26 triliun atau mencapai 25,33%. Kemudian, reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp 139,15 triliun atau sebesar 24,26%. Selain itu, reksa dana saham dan pasar uang juga mendominasi dana kelolaan pada Desember 2020 sebesar Rp 127,79 triliun dan Rp 94,54 triliun.

Jika dilihat dari sisi produk, Reksa Dana Ashmore Obligasi Nusantara dari PT Ashmore Asset Management Indonesia menjadi produk dengan dana kelolaan terbesar, yakni mencapai Rp 4,7 triliun. Selanjutnya, Schroder Dana Prestasi dari PT Schroder Investment Management Indonesia juga membukukan dana kelolaan yang besar senilai Rp 4,66 triliun.

Selanjutnya, produk reksa dana pasar uang dan exchange traded fund (ETF) dari PT Bahana TCW Investment Management. Produk reksa dana pasar uang, Bahana Dana Likuid dan reksa dana ETF ABF Indonesia Bond Index Fund, masing-masing membukukan dana kelolaan sebesar Rp 4,6 triliun dan Rp 4,58 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN