Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa dana. Foto: IST.

Reksa dana. Foto: IST.

Dana Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp 512 Triliun

Gita Rossiana, Senin, 15 Juli 2019 | 10:02 WIB

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana sampai Juni 2019 mencapai Rp 512,58 triliun. AUM tersebut meningkat 5,72% dibandingkan periode Juni 2018 yang mencapai Rp 484,84 triliun.

Dari dana kelolaan tersebut, reksa dana saham mendominasi total AUM industri reksa dana sebesar Rp 150,94 triliun atau 29,45% dari total dana kelolaan. Kontribusi ini meningkat dibandingkan kontribusi reksa dana saham pada Juni 2018 yang mencapai 25,36% atau senilai Rp 122,94 triliun.

Kemudian, kontributor selanjutnya adalah reksa dana terproteksi, yakni 25,77% atau senilai Rp 132,07 triliun. Kontribusi reksa dana terproteksi juga meningkat dibandingkan periode Juni 2018 yang sebesar Rp 55,57 triliun atau 14,4%.

Selanjutnya adalah reksa dana pendapatan tetap sebesar 21,93% atau senilai Rp 112,41 triliun. Sedangkan sisanya adalah reksa dana pasar uang sebesar Rp 57,56 triliun, reksa dana campuran Rp 30,58 triliun, reksa dana exchanged traded fund (ETF) Rp 14,16 triliiun, reksa dana global Rp 8,42 triliun, reksa dana indeks Rp 5,45 triliun, dan reksa dana berbasis sukuk Rp 960,01 miliar.

Dilihat dari produk reksa dana, Schroder Dana Prestasi Plus dari PT Schroder Investment Management Indonesia menjadi produk reksa dana yang membukukan AUM terbesar yakni Rp 14,52 triliun. Pada Juni 2018, Schroder Dana Prestasi Plus juga membukukan AUM terbesar, yakni Rp 17,25 triliun.

Disusul, produk Danamas Stabil dari PT Sinarmas Asset Management sebesar Rp 7,72 triliun. Produk tersebut pada Juni 2018 hanya menduduki posisi ketiga dengan AUM sebesar Rp 7,45 triliun.

Seperti Reksa dana Danamas Stabil, Eastspring IDR Fixed Income Fund dari PT Eastspring Investments Indonesia juga meningkat ke posisi ketiga pada Juni 2019 dengan AUM sebesar Rp6,63 triliun. Pada Juni 2018, produk tersebut hanya menduduki posisi keenam dengan AUM Rp 5,82 triliun.

Selanjutnya adalah Mandiri Investasi Pasar Uang dari PT Mandiri Manajemen Indonesia yang berada di posisi keempat dengan AUM sebesar Rp 5,36 triliun. Kemudian, reksa dana Ashmore Dana Ekuitas Nusantara dari PT Ashmore Asset Management Indonesia menduduki posisi kelima dengan AUM sebesar Rp 5,98 triliun.

Target AUM

Tahun ini, Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) menargetkan pertumbuhan AUM industri reksa dana bisa bertumbuh 12%. Hal ini didukung oleh kondisi ekonomi dan pasar modal Indonesia yang lebih baik tahun ini.

Ketua AMII Edward Lubis menjelaskan, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana terproteksi, dan reksa dana pasar mendominasi dana kelolaan industri reksa dana pada paruh pertama tahun 2019.

Setelah pelaksanaan pemilihan umum, menurut Edward, investor baru berani masuk ke pasar modal. Sehingga, reksa dana saham baru akan dilirik pada paruh kedua tahun 2019.

Sejumlah pelaku industri juga memandang positif kondisi industri ekonomi dan industri reksa dana tahun ini. Direktur Pemasaran dan Produk Mandiri Manajemen Investasi Endang Astharanti mengatakan, pihaknya menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 60 triliun tahun ini, meningkat dibandingkan 2018 yang mencapai Rp 48,2 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan lebih banyak mengembangkan reksa dana saham dan pendapatan tetap. Namun, reksa dana terproteksi akan tetap dikembangkan, namun tidak akan semasif tahun lalu.

Kemudian, pihaknya juga akan menambah produk alternatif investasi untuk diversifikasi dan juga karena permintaan masih ada. "Kami tawarkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Kira-kira kuartal II-2019 akan kami keluarkan, sekarang masih tahap pengembangan," kata dia.

Lebih lanjut, PT Bahana TCW Investment Management mengincar total AUM yang meliputi reksa dana dan kontrak pengelolaan dana Rp 50 triliun. Target tersebut naik 4,23% dibandingkan realisasi AUM tahun lalu Rp 47,97 triliun.

Edward Lubis yang juga merupakan presiden direktur Bahana TCW Investment, mengatakan, untuk mendorong pencapaian total AUM Rp 50 triliun pada akhir 2019, pihaknya akan menambah produk reksa dana penyertaan terbatas dan produk ETF berbasis indeks.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN