Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay.

Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay.

Dana Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp 536 Triliun

Jumat, 11 Juni 2021 | 07:02 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana mencapai Rp 536,28 triliun per Mei 2021, meningkat 13,09% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 474,2 triliun. Namun, nilai ini turun 5,58% dibandingkan April 2021 yang mencapai Rp 568,02 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penurunan AUM pada Mei 2021 disebabkan oleh penurunan reksa dana terproteksi. Pada Mei 2021, dana kelolaan reksa dana terproteksi mencapai Rp 98,61 triliun atau menurun dibandingkan April 2021 sekitar Rp 138,49 triliun.

Penurunan juga terjadi pada reksa dana saham, yakni menjadi Rp 125,14 triliun pada Mei 2021. Sebelumnya pada April 2021, dana kelolaan reksa dana saham sebesar Rp 127,35 triliun. Sementara, reksa dana pasar uang masih meningkat pada Mei 2021 menjadi Rp 100,3 triliun. Begitu juga dengan reksa dana pendapatan tetap yang meningkat menjadi Rp 143,77 triliun.

Head of Investment PT Avrist Asset Management Ika Pratiwi Rahayu menjelaskan, penurunan dana kelolaan ini salah satunya berasal dari reksa dana terproteksi. "Kemungkinan besar ada redemption dari investor institusi dan ada reksa dana terproteksi yang jatuh tempo," jelas dia kepada Investor Daily.

Ika tidak bisa memastikan dana kelolaan reksa dana akan kembali meningkat. Namun hal ini bisa berjalan bertahap seiring dengan membaiknya perekonomian. Perbaikan perekonomian ini mendorong dana pihak ketiga (DPK) di perbankan perlahan berpindah ke instrumen reksa dana yang memberikan return yang lebih tinggi. "Dana kelolaan reksa dana yang berasal dari asuransi juga perlahan meningkat seiring mulai tumbuhnya premi asuransi," kata dia.

Return

Di sisi lain, reksa dana pasar uang mencatatkan tingkat pengembalian (return) investasi tertinggi pada Mei 2021. Sementara, return reksa dana saham terkoreksi cukup dalam dibandingkan akhir 2020.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, pada Mei 2021, hanya reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap saja yang mencatatkan return positif, yakni 1,41% dan 0,37%. Sedangkan reksa dana campuran dan saham mencatatkan return negatif dibandingkan Desember 2020, yakni minus 7,05% dan minus 2,48%.

Penurunan return reksa dana saham dan campuran ini sejalan dengan kinerja IHSG yang juga menurun. Pada Mei 2021, Infovesta mencatat IHSG terkoreksi 0,53%. Meski demikian, return semua reksa dana pada Mei 2021 masih positif dibandingkan April 2021. Infovesta mencatat, reksa dana pasar uang mencapai 0,25%, reksa dana pendapatan tetap sebesar 0,69%, reksa dana saham 0,41% dan reksa dana campuran 0,68%.

Terlepas dari pencapaian return yang negatif pada Mei 2021 dibandingkan akhir 2020, ada beberapa reksa dana saham yang masih bisa membukukan return di atas 20%. Reksa dana tersebut adalah Pacific Saham Syariah III dengan return 44,45%, Pacific Saham Syariah 30,67%, Pacific Saham Syariah II 22,75%, Capital Sharia Equity 21,77%, dan Manulife Institutional Equity Fund 21,03%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN