Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

Dana Kelolaan Sinarmas Asset Management Tembus Rp 30,8 Triliun

Kamis, 15 April 2021 | 07:15 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sinarmas Asset Management (SAM) mencatat dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp 30,81 triliun hingga akhir Maret 2021. AUM tersebut meningkat 3,7% dari Februari 2021 yang mencapai Rp 26,69 triliun.

Head of Marketing Communication Sinarmas Asset Management Reney Mosal menjelaskan, pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan industri reksa dana. Per kuartal I-2021, OJK mencatat, dana kelolaan industri reksa dana menurun 0,8% menjadi Rp 565,87 triliun dari Februari 2021 yang mencapai Rp 570,79 triliun. Dana kelolaan pada Maret 2021 ini juga lebih rendah dari pencapaian Januari 2021 yang sebesar Rp 571,26 triliun.

Adapun pertumbuhan dana kelolaan Sinarmas Asset Management berasal dari 10 produk reksa dana dan produk Dana Investasi Real Estate (DIRE). Reney menyebutkan, 10 produk reksa dana SAM membukukan NAB sebesar Rp 20,20 triliun per 31 Maret.

Produk tersebut adalah Reksa Dana Indeks Simas ETF IDX30, Danamas Fleksi, Danamas Pasti, Danamas Rupiah, Danamas Rupiah Plus, Danamas Rupiah PLUS, Danamas Stabil, Reksa Dana Simas Pendapatan Tetap Andalan, Reksa Dana Indeks Simas IDX30, Reksa Dana Indeks Simas Sri Kehati dan Reksa Dana Pendapatan Tetap Sinarmas Hidup Sejahtera.

Sementara, sisa dana kelolaan SAM lainnya berasal dari DIRE yang mencapai Rp 10,4 triliun. Dana kelolaan DIRE ini berkontribusi signifikan terhadap industri secara keseluruhan. Sebagai informasi, total nilai kelolaan DIRE secara industri per Februari 2021 mencapai Rp 11,66 triliun.

Memasuki kuartal II-2021, SAM optimistis perekonomian lebih menggeliat. "Sejalan dengan optimisme pemerintah bahwa ekonomi kuartal II-2021 bisa bertumbuh antara 7% hingga 8% secara year on year (yoy), investasi pun akan mengikuti termasuk reksa dana," jelas dia dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4).

Sementara itu, secara industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan industri reksa dana hingga 7 April 2021 mencapai Rp 578,13 triliun. Nilai ini meningkat 0,18% dibandingkan akhir 2020 yang mencapai Rp 573,54 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Yunita Linda Sari menjelaskan, pertumbuhan dana kelolaan tersebut seiring dengan pertumbuhan jumlah produk reksa dana. "Hingga 7 April 2021, jumlah produk reksa dana mencapai 2.244 produk atau bertambah 1,26% dari akhir 2020 yang mencapai 2.219 produk," jelas Yunita.

Adapun produk reksa dana tersebut paling banyak berupa reksa dana terproteksi sebanyak 867 produk, reksa dana pendapatan tetap sebanyak 320 produk, reksa dana saham sebanyak 272 produk, reksa dana pasar uang sebanyak 201 produk, dan reksa dana campuran sebanyak 196 produk. Sementara sisanya adalah reksa dana syariah, reksa dana indeks, dan exchange traded fund (ETF).

Pertumbuhan dana kelolaan juga ditopang oleh pertumbuhan investor individu (single investor identification/SID). Per Februari 2021, OJK mencatat jumlah investor mencapai 4,51 juta orang. Dari jumlah tersebut, investor reksa dana berkontribusi paling banyak sejumlah 3,82 juta orang atau bertumbuh 20,49% dari akhir 2020. Sementara investor saham mencapai 2,05 juta orang dan investor SBN sebanyak 497,06 ribu orang.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN