Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi reksa dana.

Ilustrasi reksa dana.

Danareksa: Hadapi Dampak Pandemi, Investor Disarankan Pilih Reksa Dana Pasar Uang

Gita Rossiana, Kamis, 16 April 2020 | 21:10 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Danareksa Investment Management (DIM) menyarankan investor untuk tetap berinvestasi di tengah kondisi yang fluktuatif seperti saat ini. Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan karena menawarkan yield yang menarik dengan tingkat risiko yang terkendali.

Direktur Utama Danareksa Investment Management Marsangap P Tamba mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia menyebabkan perubahan pada perekonomian Indonesia. Pada saat ini, Indonesia memasuki tahap ekspansi, namun akibat meluasnya penyebaran virus corona aktivitas perekonomian di Indonesia menjadi terhambat.

"Meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi virus corona dan korban jiwa yang terus naik mendorong pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini membatasi ruang gerak masyarakat sehingga mempengaruhi aktivitas konsumen," jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (16/4).

Di sisi lain, pasar finansial Indonesia juga bereaksi negatif akibat wabah ini. Hingga 7 April 2020, terjadi capital outflow yang cukup signifikan di pasar saham maupun obligasi. Hal ini mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang tercatat menurun 24% dan juga yield obligasi 10 tahun yang meningkat  menjadi 8,1%.

Marsangap mengungkapkan, pemerintah sudah mengeluarkan banyak kebijakan untuk merespon penyebaran virus corona ini. Kebijakan tersebut berupa penerapan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate rendah di level 4,5% dan juga pemberian stimulus hingga Rp 405 triliun. "Dengan kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat menstabilkan perekonomian dan sistem keuangan dari pandemi Covid-19," jelas dia.

Meski demikian, Marsangap menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap akan terpengaruh. Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi domestik hanya akan bertumbuh 2,3 % pada 2020.

Dengan melihat kondisi yang tidak pasti seperti ini, Marsangap menyarankan investor untuk tetap berinvestasi. Salah satunya melalui instrumen reksa dana pasar uang yang dinilai bisa memberikan imbal hasil menarik dengan risiko yang rendah.

Marsangap menjelaskan, pihaknya juga memiliki produk reksa dana pasar uang yang dipilih oleh investor, yakni Danareksa Seruni Pasar Uang II atau SPU II. Produk ini memiliki portofolio 100% di instrumen pasar uang, baik dalam bentuk deposito maupun obligasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. "Strategi investasi SPU II difokuskan pada penempatan obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun dengan tingkat risiko yang rendah serta yield yang menarik," kata dia.

Adapun obligasi pada SPU II banyak ditempatkan di obligasi dengan rating AA ke atas. Sementara untuk deposito, banyak ditempatkan di bank-bank kelas BUKU III ke atas. Hal ini menyebabkan SPU II bisa memberikan imbal hasil yang optimal dengan tingkat risiko yang terkendali.

Dengan strategi tersebut, SPU II mencatat pergerakan kinerja yang cukup signifikan. Per 13 April 2020, Infovesta mencatat, imbal hasil SPU II untuk kinerja 1 tahun sebesar 5,72%. Nilai ini lebih tinggi dari kinerja rata-rata reksa dana pasar uang di Infovesta yang mencapai 5,13%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN