Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Director Business Development Tanam Duit, Muhammad Hanif

Director Business Development Tanam Duit, Muhammad Hanif

PLATFORM FINTECH REKSA DANA TANAM DUIT

Fintech Bidang Investasi Berkontribusi terhadap Perekonomian

Nabil Al Faruq, Senin, 28 Oktober 2019 | 20:56 WIB

JAKARTA, investor.id – Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin diharapkan bisa membantu pertumbuhan ekonomi yang saat ini tidak menentu, sebab banyak permasalahan global yang menyebabkan perekonomian Indonesia melambat.

Kepala Ekonomi Tanam Duit Ferry Latuhihin mengatakan, industri financial technology (fintech) seperti di bidang investasi dapat berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. “Fintech ini salah satu financial deepening yang saat ini dibutuhkan oleh pemerintah,” kata dia di Jakarta, Senin (28/10).

Ferry menegaskan, pemerintah harus lebih mendukung industri fintech dengan cara membantu menyosialisasikan kepada masyarakat agar mereka memahami pentingnya berinvestasi. “Saat ini, kami sedang dalam program memperkenalkan investasi dari kampus ke kampus,” ujarnya.

Selain mendukung fintech dalam menyosialisasikannya, pemerintah juga diharapkan dapat memilih fintech yang benar maupun penipuan berkedok investasi. Pasalnya, investasi tersebut masih marak dan dapat mengurangi kepercayaan para calon investor untuk berinvestasi melalui fintech.

Direktur Tanam Duit Muhammad Hanif menambahkan, masyarakat Indonesia belum memahami secara menyeluruh mengenai investasi. “Masyarakat belum memahami, ini harus dibantu. Berinvestasi saat ini sudah mudah, para investor tidak perlu datang ke perusahaan tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Ferry memperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga tahun depan masih akan bergerak melambat. Pasalnya, terdapat faktor perang dagang yang masih tidak menentu dan adanya pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS). 

Mengenai ekonomi yang diisukan akan terjadi resesi, Ferry mengatakan hal tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya, saat ini rezim monetary berbeda dengan sebelumnya. “Menurun iya, karena Tiongkok saat ini sudah turun dari 6,2% menjadi 6%. Namun, itu hanya siklus bisnis, jadi wajar,” ujarnya.

Tanam Duit merupakan platform fintech reksa dana. Belum lama ini, pihaknya mengembangkan bisnis dengan meluncurkan layanan pembelian asuransi secara digital. Hingga akhir tahun ini, Tanam Duit akan menghadirkan sebanyak 20 produk asuransi.

Saat ini, Tanam Duit bekerja sama dengan berbagai perusahaan asuransi, seperti PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), PT Central Asia Financial (Jagadiri), dan PT KSK Insurance Indonesia (KSK Insurance) untuk meluncurkan fitur untuk produk asuransi.

Sebelumnya, Tanam Duit sudah memiliki dua produk yang ditawarkan, yakni investasi reksa dana dan Surat Berharga Negara Ritel pada Mei 2018. Dengan tujuan untuk memudahkan para penggunanya dalam berinvestasi, Tanam Duit menerbitkan produk baru, yakni asuransi secara digital (insurtech).

“Hingga September, kami baru menerbitkan lima produk asuransi baru. Rencananya, hingga akhir tahun, kami akan menambahkannya lagi menjadi 20 produk asuransi,” kata Muhammad Hanif.

Adapun lima produk asuransi yang saat ini diluncurkan oleh Tanam Duit adalah Demam Berdarah Dengue (DBD), Hospital Cash Plan oleh Adira Insurance, Jaga Sehat Tropis, Jaga Sehat Pilihanku oleh Jagadiri, dan Gadget Insurance oleh KSK Insurance.

Menurut Hanif, lima produk yang ditawarkan Tanam Duit, yang paling menarik adalah asuransi gadget. Pasar gadget sampai saat ini begitu besar, dan masih banyak gadget seperti handphone yang belum diasuransikan.

Dengan produk asuransi tersebut, Tanam Duit tidak akan berfokus dengan satu produk saja, melainkan akan menjalinkan secara keseluruhan produknya. “Ini nanti bisa kita kombinasikan, contohnya, ketika masyarakat ingin membeli produk asuransi, nanti akan kita berikan promo reksa dana,” ujar Hanif.

Sementara itu, Tanam Duit menargetkan pertumbuhan jumlah pengguna menjadi 300 ribu hingga akhir tahun ini. Sampai saat ini, Tanam Duit baru memperoleh 125 ribuan pengguna. “Hingga kini, yang paling banyak memberikan kontribusi itu reksa dana, yakni pasar uang dan reksa dana saham,” ujar Hanif.

Selain itu, untuk menambahkan jumlah penggunanya menjadi 300 ribu hingga akhir tahu, Tanam Duit juga memiliki strategi lain, yakni bekerjasama dengan platform e-wallet. “Kita akan mempermudah pengguna dengan bekerjasama dengan e-wallet, tapi tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan perbankan,” ujar dia.

Saat ini, Tanam Duit telah bekerjasama dengan peer to peer lending, yakni Investree. Kerja sama yang dilakukan antara kedua pihak adalah memberikan opsi kepada lender Investree untuk berinvestasi pada reksa dana di Tanam Duit, jika belum mendapatkan borrower (peminjam).

Menurut Hanif, bakal ada peraturan tentang uang lender yang tidak boleh menganggur lebih dari dua hari. “Jika pada hari ketiga masih ada dana lender di virtual account, disuruh balikin ke rekening tabungan. Daripada dibalikin, kita menawarkan untuk investasi reksa dana di platform kita,” kata dia, baru-baru ini.

Selain bekerjasama dengan peer to peer lending Investree, Tanam Duit juga akan berkerjasama dengan Akseleran, yang rencananya segera di-launching. “Kami juga ada rencana untuk kerja sama dengan beberapa platform lain, namun belum bisa kami informasikan. Tahun ini, kita akan bekerjasama dengan beberapa lending, mungkin tiga atau empat lagi,” jelas Hanif.

Selain ini, Tanam Duit juga sudah menjalin kerja sama dengan marketplace, yakni Bukalapak. “Bentuknya itu menjadi gerai kita, sama seperti Investree,” ujar Hanif. Saat ini, Tanam Duit juga menjalin kerja sama dengan 14 perusahaan manajer investasi, seperti Mandiri Manajemen Investasi, Bahana TCW Investment, Manulife Aset Manajemen, dan Batavia.

Tanam Duit adalah platform portal investasi berbasis fintech yang berfokus pada investasi. Platform portal investasi ini sudah menghadirkan dua produk, yakni reksa dana dan surat berharga negara (SBN).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA