Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Director Business Development Tanam Duit, Muhammad Hanif. Foto: Nabil Al Faruq.

Director Business Development Tanam Duit, Muhammad Hanif. Foto: Nabil Al Faruq.

Fintech Reksa Dana Tanam Duit Agresif Gandeng Platform Lain

Nabil Al Faruq, Minggu, 1 September 2019 | 21:30 WIB

JAKARTA, investor.id – Platform financial technology (fintech) reksa dana Tanam Duit berencana menjalin kerja sama dengan beberapa platform lain tahun ini. Tanam Duit menargetkan pertumbuhan pengguna menjadi 300 ribu hingga akhir 2019.

Saat ini, Tanam Duit telah bekerjasama dengan peer to peer lending, yakni Investree. Kerja sama yang dilakukan antara kedua pihak adalah memberikan opsi kepada lender Investree untuk berinvestasi pada reksa dana di Tanam Duit, jika belum mendapatkan borrower (peminjam).

Director Business Development Tanam Duit Muhammad Hanif mengatakan, bakal ada peraturan tentang uang lender yang tidak boleh menganggur lebih dari dua hari. “Jika pada hari ketiga masih ada dana lender di virtual account, disuruh balikin ke rekening tabungan. Daripada dibalikin, kita menawarkan untuk investasi reksa dana di platform kita,” kata dia di Jakarta, Sabtu (31/8).

Selain bekerjasama dengan peer to peer lending Investree, Tanam Duit juga akan berkerjasama dengan Akseleran, yang rencananya segera di-launching. “Kami juga ada rencana untuk kerja sama dengan beberapa platform lain, namun belum bisa kami informasikan. Tahun ini, kita akan bekerjasama dengan beberapa lending, mungkin tiga atau empat lagi,” jelas Hanif.

Selain ini, Tanam Duit juga sudah menjalin kerja sama dengan marketplace, yakni Bukalapak. “Bentuknya itu menjadi gerai kita, sama seperti Investree,” ujar Hanif. Saat ini, Tanam Duit juga menjalin kerja sama dengan 14 perusahaan manajer investasi, seperti Mandiri Manajemen Investasi, Bahana TCW Investment, Manulife Aset Manajemen, dan Batavia.

Tanam Duit adalah platform portal investasi berbasis fintech yang berfokus pada investasi. Platform portal investasi ini sudah menghadirkan dua produk, yakni reksa dana dan surat berharga negara (SBN). Tanam Duit akan menawarkan SBR 008. Selain itu, pihaknya akan meluncurkan produk lain, semisal asuransi. “Untuk asuransi, kami belum bisa sebutkan namanya, tapi jenis asuransinya banyak,” jelas Hanif.

Saat ini, jumlah akun pengguna Tanam Duit mencapai 500-700 per hari, dan pengguna yang membuka rekening mencapai 120 ribu. “Tahun ini, kami berharap bisa nambah dua kali lipat. Kami berharap dalam empat bulan terakhir ini bisa nambah lagi, mungkin 300 ribu pengguna,” kata dia.

Adaoun tujuan dibentuknya platform portal investasi ini agar masyarakat Indonesia bisa berinvestasi melalui Tanam Duit dengan nilai investasi yang terjangkau. Investasi yang ditawarkan Tanam Duit berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu untuk modal awal.

Lebih lanjut Chief Economist Tanam Duit Ferry Latuhihin mengatakan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di reksa dana. Ferry menyarankan agar investor berinvestasi secara jangka panjang pada produk reksa dana saham. “Pilihannya kalau bisa yang indeks 30 saham blue chips atau LQ-45,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA