Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu (kanan) memberikan cinderamata kepada Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji (kiri) di Pasar Gamping, Sleman, Yogyakarta, Jumat (26/3). BPKH melakukan investasi surat berharga senilai Rp536 miliar ke produk Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas (RDSPT) PNM Pembiayaan Mikro BUMN Seri VII yang dikelola oleh PNM Investment Management.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu (kanan) memberikan cinderamata kepada Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji (kiri) di Pasar Gamping, Sleman, Yogyakarta, Jumat (26/3). BPKH melakukan investasi surat berharga senilai Rp536 miliar ke produk Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas (RDSPT) PNM Pembiayaan Mikro BUMN Seri VII yang dikelola oleh PNM Investment Management.

Gandeng PNM, BPKH Dorong Pemberdayaan Keluarga Prasejahtera

Jumat, 26 Maret 2021 | 17:26 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng PNM Investment Management untuk mengembangkan manfaat investasi dana haji bagi pemberdayaan ekonomi keluarga prasejahtera pelaku usaha ultramikro di Indonesia.

Hal ini dilakukan dengan mengalokasikan investasi dana haji dalam program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Syariah dan pembiayaan kelompok ibu-ibu rumah tangga prasejahtera melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Syariah yang dikelola oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Kepala BPKH Anggito Abimanyu dalam peluncuran Investasi BPKH pada surat berharga Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM Pembiayaan Mikro BUMN Seri VII yang digelar di Pasar Gamping, Sleman, Yogyakarta, Jumat (26/3) mengatakan, kerja sama dengan PNM Investment Management ini dimaksudkan agar pengembangan investasi dana haji ini tetap bisa dilakukan sesuai dengan prinsip syariah, kehati-hatian, akuntabel dan transparan.

“Kita tahu PNM Investment Management sebagai anak usaha BUMN yakni PNM (Persero) memiliki reputasi yang baik dalam bisnis pengelolaan reksa dana sektor riil. Sehingga, nilai manfaat dan tujuan investasi dana haji kali ini juga tercapai,” katanya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Jumat (26/3).

Presiden Direktur Permodalan Nasional Madani (Persero) Arief Mulyadi mengatakan, PNM menyambut positif dan sangat mendukung langkah BPKH tersebut. Pasalnya, investasi dana haji yang mendukung pemberdayaan keluarga prasejahtera ini bukan semata-mata sebagai financial investment, melainkan juga menjadi social investment sebagai bagian dari bentuk Environmental, Social and Good Governance (ESG) Investment.

“Kami berharap kerja sama kemitraan BPKH dengan PNM Grup ini bisa dirintis dan ditingkatkan untuk jangka panjang. Sehingga, BPKH dan PNM Grup bisa terus membantu mengangkat derajat ekonomi keluarga prasejahtera di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji menjelaskan, investasi dana haji untuk pembiayaan program Mekaar akan dikelola dalam produk Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap (RDSPT) PNM Pembiayaan Mikro BUMN.

Produk tersebut sudah terbit dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 2 triliun. Adapun, BPKH menempatkan dana investasinya ke produk ini sebesar Rp 536 miliar.“Terwujudnya investasi BPKH ke produk reksa dana ini semakin mendorong PNM Investment Management untuk mengelola dana ini secara lebih hati-hati dan transparan maupun menjunjung tinggi prinsip Syariah,” ujar Bambang.

Anggito menambahkan, langkah BPKH ini merupakan terobosan penting karena pengembangan investasi dana haji yang dikelola BPKH akan memberikan nilai manfaat yang lebih luas dan semakin optimal dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Dengan investasi ke pembiayaan program Mekaar dan ULaMM Syariah ini, BPKH ikut berkontribusi dan mendukung program Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19 dan program pengentasan kemiskinan di Indonesia.

“Melalui langkah pengembangan investasi ini BPKH ikut membantu menggerakkan ekonomi sektor riil ultramikro di kalangan ibu-ibu rumah tangga sehingga secara tidak langsung ikut membantu pemulihan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Anggito, investasi dana haji ke instrumen pasar modal ini juga sudah dilakukan, Sejak 2017 BPKH melakukan investasi dana haji berbasis syariah dalam bentuk SBSN-PBS (Project Based Sukuk) dengan akad Ijarah. Hasil pengembangan dari investasi Sukuk Negara telah dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan pelayanan kepada Jemaah Haji Indonesia.

Melalui pengembangan investasi dana haji ini, hingga akhir 2020 BPKH membukukan dana kelolaan haji sebesar Rp 143,1 triliun atau meningkat 15,08% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 124,32 triliun. Sementara, terkait instrumen dana kelolaan per akhir 2020, dana yang diinvestasikan mencapai Rp 99,53 triliun atau 69,6% dalam bentuk instrumen dana kelolaan dan sisanya sekitar 30,4% atau sebesar Rp43,53 triliun ditempatkan ke bank syariah.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN