Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Afifah saat acara Reksa Dana Terbaik 2021 live di Beritasatu TV pada Selasa (30/3/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Afifah saat acara Reksa Dana Terbaik 2021 live di Beritasatu TV pada Selasa (30/3/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Ini Lima Faktor Pendukung Pertumbuhan Reksa Dana

Selasa, 30 Maret 2021 | 18:03 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id – Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Afifa meyakini potensi industri reksa dana di Indonesia ke depannya akan terus meningkat. Setidaknya ada lima faktor pendukung yang membuatnya sangat optimistis dengan potensi industri reksa dana.

Pertama, adalah suku bunga acuan yang rendah sebesar 3,5%, di mana sejak pandemi awal 2020, Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga sebesar 150 bps. Faktor kedua adalah membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 setelah mengalami resesi pada 2020.

“Di tengah rendahnya suku bunga yang 3,5%, tentunya alternatif investasi menjadi hal yang dicari-cari oleh investor. Kita juga percaya support lainnya juga akan diperoleh dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan membaik di 2021,” kata Afifa di acara penghargaan Reksadana Terbaik 2021 yang digelar Majalah Investor bekerja sama dengan Infovesta Utama, Selasa (30/3/2021).

Faktor ketiga adalah digitalisasi. Afifa meyakini kemajuan teknologi digital akan berimbas pada kenyamanan investor bertransaksi.

Keempat, penetrasi reksa dana yang masih rendah. Hanya 1,4% dari populasi masyarakat Indonesia yang telah berinvestasi di reksa dana, sehingga ke depannya pertumbuhan jumlah investor reksa dana akan terus meningkat.

Faktor kelima yang menjadi pendukung adalah tingginya dana pihak ketiga (DPK) milik masyarakat yang ada di perbankan. Jumlahnya mencapai Rp 6.665,4 triliun, meningkat 11,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat, 83% dari kekayaan masyarakat Indonesia masih disimpan di tabungan atau deposito. Sedangkan kita juga tahu suku bunga sudah rendah, dan ini menunjukkan ada potensi perpindahan untuk mendukung pertumbuhan reksa dana ke depannya,” kata Afifa.

Pada 2020, jumlah investor reksa dana naik 78,95% menjadi 3.175.429. Sementara itu, dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana juga naik 5,79% menjadi Rp 573,5 triliun.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN