Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo

Jumlah Investor Reksa Dana Tumbuh Paling Pesat

Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:21 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat single investor identification (SID) investor reksa dana tumbuh pesat dibandingkan investor saham dan investor Surat Berharga Negara (SBN). Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan kedepannya tren pertumbuhan tersebut tetap bertahan.

KSEI mencatat pertumbuhan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia naik 21,66% menjadi 3,02 juta investor hingga 30 Juli 2020, dibanding pada periode akhir tahun 2019 sebesar 2,48 juta investor.

Dari jumlah tersebut, investor reksa dana tercatat sebanyak 2,31 juta investor, meningkat 30,50% dibanding akhir 2019 sebanyak 1,77 juta investor, sehingga menjadi yang tumbuh paling besar dibanding investor saham dan SBN.

Sementara itu, investor saham meningkat 15,88% menjadi 1,28 juta dari sebelumnya sebesar 1,10 juta investor. Jumlah investor SBN tercatat sebanyak 382.972, naik 21,09% dibanding periode akhir 2019 sebesar 316.263.

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengungkapkan, total investor 3,2 juta dengan rincian 1% adalah institusi dan sisanya investor ritel. Dari sisi investor ritel, di dominasi kalangan usia di bawah 30 tahun memiliki persentase 46,14% dari total investor di pasar modal

“Kemungkinan besar banyak generasi milenial yang mulai belajar investasi di pasar modal, melalui galeri investasi atau sekolah pasar modal,” jelas Uriep dalam konferensi pers, baru-baru ini.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, pertumbuhan investor reksa yang melampaui investor saham diharapkan terus berlanjut kedepannya. “Memang nature kedepannya kita harapkan demikian. Investor awam sebelum masuk ke saham, mereka bisa melakukan investasi di reksa dana terlebih dahulu,” ujarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan, pertumbuhan investor reksa dana didorong oleh saluran distribusi yang lebih luas. Terlebih dengan pemanfaatan teknologi informasi, metode pemasaran dan pembukaan rekening semakin efisien.

“Khusus di reksadana adanya agen penjual reksa dana (Aperd), dan distribusi ini bekerja sama dengan beberapa pelaku di industri fintech, sehingga dengan penggunaan teknologi yang sangat intens, pemasaran dan proses pembukaan rekening menjadi salah satu faktor, sid reksa dana tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Hoesen, pertumbuhan investor menjadi salah satu hikmah dibalik pandemi Covid-19. Ditengah kondisi pandemi saat ini, ternyata masyarakat masih membutuhkan investasi, karena usaha yang dijalankan mungkin terhambat karena adanya pandemi.

“Hikmah yang bisa kita tarik, tidak semua kejadian selama pandemi ini membuat kita susah, tapi ternyata selalu ada harapan baru dengan situasi yang kita hadapi,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN