Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay.

Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay.

Jumlah Investor Tumbuh 38,8%, DIM Ungkap Alasan Reksa Dana Cocok untuk Investasi

Senin, 24 Mei 2021 | 15:03 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Data KSEI menunjukkan, jumlah SID investor reksa dana meningkat lebih dari 300% dalam waktu kurang dari 3 tahun dan secara YTD April 2021 tumbuh 38,85% menjadi 4,4 juta SID. Tren perkembangan jumlah investor ritel yang luar biasa dalam 3 tahun terakhir serta melihat perkembangan dinamika ekonomi makro dan pasar modal tahun ini menunjukkan bahwa reksa dana tetap berpotensi untuk menjadi salah satu alternatif investasi.

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P. Tamba meyakini pertumbuhan investor domestik sebagai salah satu penopang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Hal itu seiring dengan strategi DIM untuk mengoptimalkan kanal distribusi perbankan maupun fintek untuk menggapai segmen ritel. Keseriusan DIM memandang segmen ini juga diperlihatkan dengan peluncuran aplikasi mobile InvestASIK pada 2019 dan pengembangannya secara kontinyu.

“Tahun ini, DIM menargetkan pertumbuhan dana kelolaan dari segmen ritel mencapai lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Kami menekankan penjualan produk reksa dana open end untuk ke depannya. Penekanan penjualan dari kedua aspek tersebut kami yakini akan berdampak baik bagi sustainabilitas dana kelolaan kami,” jelas Marsangap dalam keterangan tertulis, Senin (24/5).

Dia menegaskan, reksa dana dengan berbagai jenis dan karakteristiknya dipandang sesuai dalam berbagai iklim investasi. Bahkan, dalam kondisi terpengaruh pandemi, investor masih mencari reksa dana untuk opsi investasinya. Setahun belakangan pertumbuhan unit penyertaan terdorong oleh reksa dana berbasis suku bunga.

Seiring dengan pemulihan ekonomi dan kebijakan makro yang pro-growth serta akses informasi, investor terlihat melakukan penyeimbangan portofolionya. Era suku bunga rendah akan mendorong investor untuk mencari opsi investasi selain reksa dana pasar uang yang setahun terakhir dana kelolaannya tumbuh pada kisaran 50%, yakni ke pasar saham.

“Kami melihat dari sisi investor, likuiditas tetap menjadi salah satu yang menarik. Reksa dana pasar uang kami yakni Danareksa Seruni Pasar Uang II mencatat pertumbuhan dana kelolaan YTD di atas Rp 1 triliun. Di satu sisi, terlihat adanya mulai pergerakan reksa dana berbasis saham. Penanganan pandemi melalui implementasi kebijakan fiskal dan moneter yang bersifat pro-growth dan relaksasi beberapa peraturan merupakan faktor yang akan menggerakkan pemulihan ekonomi termasuk kinerja emiten,” jelas dia.

Marsangap menambahkan, reksa dana berbasis saham yang dikelola oleh DIM memiliki cakupan luas. Salah satunya adalah Reksa Dana Danareksa Mawar yang berfokus pada alokasi investasi pada emiten saham yang termasuk dalam LQ45. Pemulihan ekonomi akan diiringi dengan pemulihan kinerja emiten berkapitalisasi besar. “Likuiditas tinggi atas emiten berkapitalisasi besar menjadi daya tarik utama reksa dana ini,” tuturnya.

Dia pun bersyukur atas kepercayaan investor terhadap reksa dana DIM. Hingga April 2021 (YoY), reksa dana perseroan tumbuh 25%. Pertumbuhan dana kelolaan reksa dana bukan hanya tumbuh dari peningkatan harga aset, namun juga dari pertumbuhan unit penyertaan, baik reksa dana berbasis suku bunga maupun berbasis saham dengan total pertumbuhan unit sebesar 16% (YoY). Karena itu, DIM tetap akan menjalankan kebijakan investasi yang mengedepankan faktor fundamental dan kehati-hatian dalam pemilihan setiap underlying investasinya dengan terus mencermati dinamika makro dan pasar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN