Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay.

Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay.

Manajer Investasi Targetkan Dana Kelolaan Tumbuh di Atas 15%

Rabu, 3 Februari 2021 | 06:03 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Manajer investasi menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana tumbuh di atas 15% tahun ini. Hal itu didukung oleh peluncuran produk baru dan pengembangan jalur distribusi.

Presiden Direktur PT Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana mengatakan, tahun ini, dana kelolaan Sucor AM bisa mencapai Rp 25 triliun. "Pertumbuhannya bisa mencapai 25%," kata dia kepada Investor Daily, Selasa (2/2).

Adapun untuk mencapai target tersebut, Sucor AM akan meluncurkan tiga produk baru, yakni reksa dana sukuk berbasis ESG, reksa dana saham berbasis ESG, dan reksa dana pendapatan tetap. Dari tiga produk tersebut, perseroan berharap bisa meraih dana kelolaan sebesar Rp 10 miliar.

Selain itu, perseroan akan menambah jalur distribusi pemasaran tahun ini. Jalur distribusi yang dikembangkan adalah kerja sama melalui fintech. Dari pengembangan jalur distribusi ini, Sucor AM berharap bisa menggaet 400 ribu nasabah baru.

Kemudian, PT Avrist Asset Management juga berharap bisa mencapai pertumbuhan dana kelolaan sebesar 27% menjadi Rp 7,6 triliun tahun ini. Direktur Avrist Asset Management Agra Pramudita menjelaskan, perseroan akan meluncurkan 6-7 produk untuk mendukung target tersebut.

Produk yang akan diluncurkan mayoritas adalah reksa dana berbasis obligasi, reksa dana terproteksi, dan pasar uang. Sementara untuk reksa dana saham, perseroan sudah terlebih dahulu mengeluarkannya pada tahun lalu. "Dari produk baru, kami berharap bisa meraih dana kelolaan sebesar Rp 500-700 miliar," papar dia.

Terkait jalur distribusi, Avrist AM akan mengembangkan kerja sama melalui fintech dan kanal bank. Melalui kerja sama dengan fintech, perseroan berharap jumlah nasabah baru bisa bertumbuh 50% dibandingkan tahun lalu. "Dengan kondisi pandemi dan pembatasan mobilitas serta banyaknya nasabah ritel baru, kami memperkirakan pertumbuhan jumlah nasabah baru melalui fintech akan tumbuh lebih dari 50% tahun ini dibandingkan tahun lalu," ungkap dia.

Lebih lanjut, Panin Asset Management menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 16,3 triliun pada tahun ini. Nilai tersebut meningkat sekitar 16,4% dibandingkan akhir 2020 yang melebihi Rp 14 triliun.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang diprediksi bisa menembus 6.700 tahun ini menjadi faktor yang mendorong kinerja Panin AM. Pasalnya, dengan target IHSG tersebut, return semua reksa dana kecuali reksa dana indeks bisa meningkat 2% di atas kenaikan IHSG. "Kalau IHSG misalkan naik 10%, maka return reksa dana bisa mencapai sekitar 2-3% lebih tinggi," ujar dia, belum lama ini.

Dengan melihat potensi peningkatan IHSG tersebut, Panin AM mencoba masuk ke saham-saham undervalued. Saham-saham tersebut ada di segmen medium cap dan juga kombinasi dengan big cap.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan meluncurkan produk lima produk reksa dana terproteksi tahun ini. Selain itu, perseroan akan meluncurkan produk lain sesuai permintaan konsumen.

Perseroan juga berencana meluncurkan ulang aplikasi pada akhir kuartal I-2021 atau kuartal II-2021. Aplikasi ini akan diluncurkan dengan pendekatan ke nasabah institusi. "Rencana aplikasi yang akan diluncurkan ulang dilengkapi dengan analisis big data," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN