Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Foto: IST

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Foto: IST

Manulife AM: 2021 Tahun Pemulihan Reksa Dana Saham

Minggu, 14 Februari 2021 | 17:09 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (Manulife AM) menilai, tahun ini merupakan tahun pemulihan reksa dana saham. Dengan adanya pemulihan ini, investor bisa memanfatkannya untuk berinvestasi ke reksa dana saham.

Head of Investment Specialist Manulife AM Freddy Tedja mengatakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Januari 2021 memang sempat ditutup melemah 1,95%. Namun pada Februari 2021, IHSG sudah mulai bangkit.

Oleh karena itu, apabila dihitung sejak awal 2021 hingga 9 Februari 2021, IHSG sudah bergerak naik 3,39% ke level 6.181,67.

"Dengan pemulihan ini, sangat baik untuk dimanfaatkan oleh investor yang ingin melakukan diversifikasi ke reksa dana saham," jelas dia dalam keterangan resmi akhir pekan ini.

Pemulihan kinerja saham ini, lanjut Freddy juga terlihat dari kinerja reksa dana saham yang mulai merangkak naik. Reksa dana saham, Manulife Saham Andalan misalnya sudah memberikan return (tingkat pengembalian)bsebesar 33,15% untuk periode 6 bulan. Sedangkan dilihat sejak awal 2021 hingga akhir Januari 2021, Manulife Saham Andalan sudah memberikan return 0,63% untuk periode satu bulan.

Adapun Manulife Saham Andalan adalah produk reksa dana saham dari Manulife AM. Portofolio reksa dana ini ditempatkan pada saham perusahaan di sektor siklikal yang diuntungkan oleh potensi pemulihan ekonomi domestik.     

Menurut Freddy, sinyal perbaikan kinerja saham ini mulai terlihat sejak kuartal IV-2020. Pada periode itu, ekonomi global mulai menunjukkan perbaikan, ditopang oleh pertumbuhan di negara-negara berkembang di kawasan Asia.

Ketersediaan vaksin Covid-19 dan normalisasi aktivitas ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi pemulihan ekonomi tahun ini. Selain itu, kebijakan yang akomodatif seperti suku bunga rendah, quantitative easing dan stimulus fiskal juga mendukung hal tersebut.

"Potensi unggulnya perekonomian negara-negara berkembang membuat arus dana mengalir ke Asia, termasuk juga Indonesia yang menawarkan potensi kinerja menarik. Pergeseran sentimen ke negara berkembang juga akan didorong rendahnya porsi kepemilikan asing di negara berkembang," ungkap dia.

Kendati perekonomian mulai pulih, namun volatilitas masih akan terjadi pada 2021. Pasalnya, pasar saham memang sarat dengan dinamika dan sentimen pasar, baik yang positif maupun negatif, akan selalu ada. Hal ini bisa terlihat dari pergerakan IHSG yang setelah meroket tajam pada Desember 2020, namun justru terkoreksi 1,95% pada Januari 2021.

Namun demikian, investor sebaiknya tidak fokus pada dinamika jangka pendek, namun fundamental jangka menengah panjang. Apalagi, pada kuartal I-2021 ini, ada berbagai katalis yang bisa dimanfaatkan investor sebagai peluang.

Pertama, valuasi pasar saham Indonesia masih relatif murah dibandingkan kawasan lain seperti Filipina atau Thailand.  Kedua, kepemilikan asing di pasar saham Indonesia masih berada di salah satu level yang terendah sejak 2013. Ketiga, pemulihan pertumbuhan ekonomi mendorong pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Peluang itu sangat baik untuk dimanfaatkan bagi investor yang sudah siap untuk berinvestasi di saham atau reksa dana saham. Namun demikian, peluang investasi ini sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor. Sementara reksa dana saham cocok bagi investor dengan profil risiko agresif dengan horizon investasi jangka panjang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN