Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor berada di galeri BEI, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Investor berada di galeri BEI, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

MMI Siapkan KIK-EBA Syariah Hingga Rp 3 Triliun

Ghafur Fadillah, Senin, 28 Oktober 2019 | 09:48 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) segera menerbitkan produk investasi terbaru berupa Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) syariah pada November 2019. Pihaknya menargetkan dana sekitar Rp 2-3 triliun dari emisi tersebut.

Direktur MMI Endang Astharanti mengatakan, saat ini produk tersebut masih dalam masa penawaran awal (book building). Produk baru ini akan menggunakan underlying dari pendapatan tiket Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta outer ring road/JORR) Cilincing-Cikunir milik PT Jasa Marga Tbk. (JSMR).

"Setelah sebelumya kami telah merilis KIK-Dinfra, sekarang akan diluncurkan KIK-EBA Syariah untuk target pasar yang lebih luas. Konsep produknya kami yang kelola, kemudian originator-nya atau underlying-nya adalah tol JORR yang di miliki Jasa Marga," papar Endang di Jakarta, Minggu (27/10).

Endang menambahkan, untuk produk ini perseroan akan melakukan sekuritisasi dari pendapatan tiket pada saat tol itu sudah beroperasi. Nantinya, produk ini akan terdiri dari empat tenor, yakni selama tiga tahun dengan imbal hasil sebesar 8,25%, tenor sepuluh tahun dengan tingkat imbal hasil sebesar 9%, kemudian tenor tujuh tahun dengan imbal hasil sebesar 8,75% dan lima tahun dengan imbal hasil sebesar 8,5%.

"Produk investasi alternatif ini diperkirakan akan menyerap pasar yang cukup besar karena produk semacam ini tidak terlalu sensitif dengan kondisi pasar keuangan yang volatil, jadi kami bisa launching kapan saja, bisa dibilang ini produk all weather fund," jelas dia.

Endang menambahkan, produk ini adalah produk EBA syariah pertama yang diterbitkan di Indonesia, mengingat aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berisi tentang regulasi peraturan mengenai EBA Syariah baru terbit pada akhir tahun lalu.

"Potensi pasar untuk produk ini dinilai juga bisa lebih besar ketimbang dengan produk konvensional yang diterbitkan sebelumnya," kata dia.

Sukuk Jasa Marga

Sebelumnya, Jasa Marga melalui PT Jasa Marga Pandaan Tol juga menerbitkan sukuk ijarah jangka menengah senilai Rp 785 miliar. Jasa Marga Pandaan Tol menawarkan sukuk ijarah dalam dua seri.

Seri A senilai Rp 100 miliar dengan cicilan imbalan ijarah 8,5% dan tenor 3 tahun. Sementara seri B senilai Rp 685 miliar dengan cicilan imbalan ijarah 9,00% dan memiliki tenor lima tahun. 

PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas bertindak sebagai arranger penerbitan sukuk Jasa Marga Pandaan Tol. Sementara PT Bank Mega Tbk menjadi agen pemantau.

Sebagai informasi, komposisi pemegang saham Jasa Marga Pandaan Tol adalah 92,2% dikuasai Jasa Marga dan 7,8% digenggam oleh PT Jalan Tol Kabupaten Pasuruan. 

Jasa Marga Pandaan Tol merupakan pengelola ruas jalan tol Gempol- Pandaan sepanjang 13,61 kilometer. Total biaya investasi ruas ini mencapai Rp 1,47 triliun, dan memiliki masa konsesi selama periode 2012-2049.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 27 triliun. Jasa Marga fokus menyerap capex untuk menyelesaikan sekitar lima ruas jalan tol baru, yakni Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 seperti Cinere-Serpong dan Serpong-Kunciran.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA