Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
OJK mendukung acara Majalah Investor Literasi Goes to Campus, bertema Cerdas Berinvestasi Saat Pandemi Covid-19 pada 22 Juni 2020.

OJK mendukung acara Majalah Investor Literasi Goes to Campus, bertema Cerdas Berinvestasi Saat Pandemi Covid-19 pada 22 Juni 2020.

OJK Godok Aturan Transaksi Reksa Dana melalui E-Money

Kamis, 23 Juli 2020 | 15:46 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerbitkan peraturan tentang transaksi pembayaran (payment) reksa dana dengan menggunakan uang elektronik (e-money). Aturan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan industri reksa dana ke depan.

Plt Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Yunita Linda Sari mengatakan, aturan tentang sistem pembayaran melalui e-money dalam transaksi reksa dana merupakan salah satu rencana strategis OJK pada tahun 2020. "Kami harapkan aturan mengenai e-money di reksa dana bisa live di kuartal III-2020," kata dia dalam acara Konferensi Pers Virtual Pengawasan Pasar Modal di Jakarta, Rabu (22/7).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Edward Lubis menilai, aturan tersebut bisa menambah alternatif pembayaran reksa dana di luar perbankan. Dengan alternatif pembayaran yang lebih banyak, pelaku industri reksa dana bisa meraih investor ritel secara masif dan mudah melalui ekosistem e-commerce yang sudah menggunakan e-money sebagai sistem pembayaran.

Edward yang juga direktur utama PT Bahana TCW Investment Management mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah menjalin kerjasama dengan pelaku e-commerce. Namun, belum melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan e-money.

Pandangan positif juga diungkapkan Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto. Menurut dia, adanya e-money ini bisa menambah channel pembayaran reksa dana, sehingga pembukaan rekening reksa dana baru diperkirakan lebih pesat ke depan.

Rudiyanto mengungkapkan, pihaknya tertarik mengembangkan sistem pembayaran dengan e-money apabila landasan hukum mengenai hal tersebut sudah dibentuk. Dia mengatakan, sejauh ini sudah ada beberapa penerbit e-money yang bekerjasama dengan perusahaan aset manajemen dalam mengembangkan sistem pembayaran tersebut. "Dan kami terbuka untuk semua opsi yang ditawarkan," kata dia.

Hingga Juni 2020, OJK mencatat dana kelolaan industri reksa dana mencapai Rp 482,54 triliun. Nilai ini menurun dibandingkan Juni 2019 yang mencapai Rp 514,15 triliun. Data tersebut menunjukkanpenurunan dana kelolaan sudah terjadi sejak Januari 2020 yang sempat berada pada posisi Rp 537,32 triliun pada akhir Januari. Kemudian menjadi Rp 525,27 triliun pada akhir Februari, lalu turun signifikan pada Maret menjadi Rp 471,87 triliun, dan naik tipis menjadi Rp 475,60 triliun pada April.

Dilihat dari jenisnya, reksa dana terproteksi masih mendominasi dana kelolaan industri reksa dana pada Juni 2020 dengan nilai Rp 147,99 trilun. Kemudian, diikuti oleh reksa dana pendapatan tetap dengan dana kelolaan Rp 112,72 triliun dan reksa dana saham dengan nilai Rp 102,77 triliun. Sementara sisanya dikontribusi oleh beragam jenis reksa dana lain seperti reksa dana pasar uang, reksa dana indeks, exchanged traded fund (ETF) dan jenis reksa dana lainnya.

Sebelumnya, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayatna mengatakan, pada semester II-2020 ini,investor diprediksi akan mencermati sejauh mana keberhasilan transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, pihaknya juga berharap ada penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sekali lagi pada paruh kedua tahun ini.

"Jika kedua faktor ini terjadi, kami optimistis nilai dana kelolaan reksa dana mampu menembus lebih dari Rp 500 triliun seperti di awal tahun 2020," papar dia.

Secara terpisah, Rudiyanto mengatakan, pihaknya memiliki pandangan positif pada kinerja reksa dana di semester II-2020. Reksa dana pendapatan tetap diprediksi akan mendapat berkah dari inflasi yang rendah serta penurunan suku bunga BI. Sementara reksa dana saham masih terbuka pada tren kenaikan meskipun tak lepas dari volatilitas pasar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN