Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksadana

Reksadana

OJK: Investor Reksa Dana Tembus 1,25 Juta

Rabu, 10 Juli 2019 | 15:15 WIB

JAKARTA, investor.id - Investasi di pasar modal dalam beberapa tahun terakhir ini berkembang pesat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, empat tahun lalu nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) khususnya di reksa dana hanya Rp 270 triliun. Per awal Juli 2019, angka tersebut sudah melonjak hingga Rp 520 triliun. Selain itu, jumlah investor berdasarkan single investor identification (SID) telah melebihi 1 juta orang. Peningkatan ini salah satunya didorong digitalisasi.

"Empat tahun lalu, jumlah investor reksa dana masih sekitar 350.000 orang. Sekarang ini dengan dibantu teman-teman yang menggunakan jasa fintech (financial tehcnology) seperti Bareksa, SID-nya mencapai 1,25 juta orang. Yang menikmati hasil di pasar modal sekarang ini bukan hanya yang modalnya besar, tetapi juga yang modalnya biasa-biasa saja,” kata Deputi Direktur Pengawasan dan Pengembangan Pengelolaan Investasi OJK, Halim Haryono, di acara peluncuran Bareksa Umrah, di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Tidak hanya konvensional, reksa dana syariah juga mengalami pertumbuhan menggembirakan. OJK mencatat, empat tahun lalu nilai dana kelolaannya mencapai Rp 11 triliun. Saat ini, naik mencapai Rp 36 triliun atau naik tiga kali lipat.

"Market share reksa dana syariah sudah 7 persen, padahal dulu untuk mencapai 5 persen saja sulit dilampaui. Tentu potensinya masih sangat besar karena Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar,” ujar Halim Haryono.

OJK mencatat kontribusi dari traksaksi online terhadap nilai pembelian terus mengalami peningkatan. Saat ini nilai pembelian sudah mencapai lebih Rp 5 triliun. “Saya pikir ini nilai yang cukup besar. OJK tentunya sangat mendukung apabila ada digitalisasi distribusi pemasaran reksa dana,” tambah Halim Haryono.

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN