Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana

Reksa Dana

OJK Kaji Insentif Reksa Dana ETF

Nabil Syarifuddin Al Faruq, Senin, 29 Juli 2019 | 08:23 WIB

JAKARTA, Investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menurunkan biaya transaksi produk reksa dana yang unitnya dapat diperdagangan di bursa (exchange traded fund/ETF). Hal ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan frekuensi transaksi produk tersebut.

Saat ini, banyak manajer investasi mulai tertarik untuk menerbitkan produk ini. Hal ini ditunjukkan data pertumbuhan produk ETF hingga empat kali lipat dari Rp 3,5 triliun pada 2015 menjadi Rp 14 triliun tahun 2019.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen mengatakan, dalam rangka meningkatkan efisiensi transaksi ETF serta frekuensi di Bursa Efek Indonesia (BEI), OJK sedang meninjau kebijakan untuk dapat memberikan insentif kepada dealer partisipan dan investor ETF. “Salah satu kebijakan yang sedang dikaji adalah pembebasan biaya transaksi yang dilakukan oleh dealer partisipan dalam menjalankan fungsinya sebagai market maker,” katanya di Jakarta, Minggu (28/7).

Pihaknya menilai biaya transaksi ETF saat ini masih tergolong mahal, sehingga kurang efisien. “Kami berupaya membebaskan levy fee, ini kebijakan dari bursa dan OJK yang menyetujui usulannya dari SRO. Usulan tersebut sudah masuk ke OJK dan sedang dipelajari,” ungkap Hoesen.

Dengan adanya pemberian intensif tersebut, OJK mengharapkan transaksi produk tersebut dapat berjalan lebih efisien dan imbal hasil dari indeks akan lebih bagus, karena potongan biaya yang berkurang.

Berdasarkan data OJK terungkap bahwa jumlah produk ETF sudah bertambah menjadi 30 produk tahun 2019. Selain itu, minat manajer investasi yang ingin menerbitkan produk ETF semakin banyak. “Hingga saat ini telah terdapat 10 media investasi yang sudah menerbitkan produk ETF,” kata Hoesen.

Adapun untuk produk ETF yang sudah dikelola secara efektif saat ini berjumlah 12 produk, diharapkan untuk bertumbuh bagus seiring dengan perkembangan pasar modal ke depan. “Dalam rangka meningkatkan minat investasi di ETF, OJK melakukan sosialisasi manfaat dan keunggulan produk ETF baik kepada investor retail maupun institusi,” ungkap Hoesen.

OJK juga akan mendukung upaya untuk memperluas jalur distribusi produk ETF kepada investor melalui strategi peningkatan penjualan ETF melalui agen penjual reksadana.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN