Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SMART Plan ini merupakan hasil kerja sama antara Syailendra Capital dan Cigna, dan dapat dimiliki oleh para pengguna Ajaib mulai 4 November 2019 pada menu Investasi Umum.

SMART Plan ini merupakan hasil kerja sama antara Syailendra Capital dan Cigna, dan dapat dimiliki oleh para pengguna Ajaib mulai 4 November 2019 pada menu Investasi Umum.

Pasar Volatil, Syailendra Terapkan Strategi Fleksibilitas dan Diversifikasi Reksa Dana Campuran

Rabu, 21 April 2021 | 05:54 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Beberapa hari ini volatilitas di pasar saham cukup tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat terkoreksi, mendekati level 5.800.  Salah satu penyebabnya,  sentimen negatif investor global terkait ekspektasi inflasi Amerika Serikat (AS) yang melebihi perkiraan.

Namun, pasar akhirnya mulai bangkit dan kembali bertengger di atas level 6.000. Pada penutupan perdagangan, Selasa kemarin (20/4/2021), IHSG tercatat berada pada level 6.038,32.

Fluktuasi yang terjadi di pasar membuat manajer investasi harus “putar otak” mengatur strategi investasi. Diperlukan fleksibilitas dalam melakukan diversifikasi. Di sinilah keunggulan reksa dana campuran alias balance fund.

Dalam investasi reksa dana biasanya investor menyebar dana mereka ke beberapa jenis reksa dana yang berbeda. Tujuannya agar imbal hasil investasi stabil. Namun di reksa dana campuran, investor sudah mendapatkan diversifikasi ke dalam tiga  jenis instrumen di dalam satu produk. Semuanya sudah diatur oleh manajer investasi. Jadi, reksa dana campuran merupakan opsi diversifikasi yang lebih praktis buat investor.

Fleksibilitas ini berbeda dengan jenis reksa dana lain. Yang memiliki ketentuan minimum untuk berinvestasi pada instrumen sesuai dengan jenis reksadananya. Akibatnya fleksibilitas manajer investasi menjadi berkurang dan jadi salah satu penyebab mengapa banyak reksa dana sulit mengalahkan kinerja indeks.

Presiden Direktur Syailendra Capital, Fajar R Hidayat mengatakan, dalam menyikapi volatilitas pasar manajer investasi melihat adanya kebutuhan diversifikasi aset, sehingga investor dapat terlindungi ketika terjadi volatilitas yang tinggi pada pasar saham. 

“Kami melakukan simulasi portfolio yang terdiversifikasi selama sepuluh tahun terakhir. Diversifikasi kelas aset terbukti memberikan kinerja yang lebih baik dibanding investasi pada saham (LQ45). Terlepas dari besar porsi yang dialokasikan pada ekuitas, obligasi, dan pasar uang, ketiga skenario memberikan kinerja di atas indeks saham maupun deposito,” terang Fajar R Hidayat dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Dengan kejelian tersebut, reksa dana campuran Syailendra mencetak hasil berkilau. Tengok saja Syailendra Balance Opportunity Fund. Per 16 April 2021 tercatat yield 3 bulan reksa dana ini mencapai 17,7% dan enam bulan mencapai 17,58%. Diakui Fajar, yield setahun terakhir memang agak menurun sekitar 6,92%. Tapi masih lebih bagus dibandingkan reksa dana lain yang minus. Jika sejak diterbitkan, reksa dana ini mencetak yield 166,2%.

Syailendra Balance Opportunity Fund menempatkan portofolio di saham sebanyak 71,7%. Sisanya di corporate bond sebesar 13,3% dan pasar uang sebanyak 15%.  

Kinerja Reksa Dana Balance Opportunity Fund
Kinerja Reksa Dana Balance Opportunity Fund

Ya, reksa dana campuran memiliki alokasi seimbang pada setiap instrumen baik itu saham, obligasi, maupun pasar uang.  Walhasil, manajer investasi bisa leluasa  mengatur alokasi instrumen dengan lebih fleksibel. Misalnya ketika pasar saham sedang bullish, maka sebagian besar dana akan ditempatkan ke saham atau obligasi, dan sebaliknya.

Dengan fleksibilitas yang bisa dilakukan oleh manajer investasi pada reksa dana campuran, maka MI bisa mengatur strategi yang lebih fleksibel agar performa reksa dana bisa mengalahkan indeks acuan. Artinya, MI bisa mengubah strategi alokasi instrumen dengan aktif sesuai perkembangan pasar.

Ya, reksa dana campuran bisa menjadi salah satu pilihan bagi investor. Manajer investasi leluasa memindahkan alokasi ke kelas aset berbeda sesuai dengan situasi pasar. Reksa dana campuran dapat berinvestasi pada efek ekuitas dan/atau efek Utang dengan proporsi di saham (10% - 75%), obligasi (10% - 75%) dan pasar uang (2% - 75%).

Keleluasaan reksa dana campuran tidak dimiliki reksa dana jenis lain yang memiliki ketentuan minimum untuk berinvestasi pada instrumen sesuai dengan jenis reksadananya. Akibatnya fleksibilitas manajer investasi menjadi berkurang dan salah satu penyebab mengapa banyak reksa dana sulit mengalahkan indeks.

Berbeda dengan reksa dana campuran dengan fleksibilitasnya mampu menahan dari kejatuhan  imbal hasil saat portofolio sedang bearish. Sebaliknya hasil menjulang tinggi sat portofolio sedang bullish. Itu sudah terbukti terjadi pada Syailendra Balance Opportunity Fund yang mencatat hasil gemilang.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN