Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur MPAM Budi Wihartanto (kiri) dan Direktur Utama MPAM Djajadi (kanan). Foto: MPAM.

Direktur MPAM Budi Wihartanto (kiri) dan Direktur Utama MPAM Djajadi (kanan). Foto: MPAM.

Pembagian Hasil Likuidasi Reksa Dana MPAM Berlanjut

Jauhari Mahardhika, Jumat, 15 Mei 2020 | 19:01 WIB

JAKARTA, investor.id – Proses pembagian hasil likuidasi produk reksa dana PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) berlanjut ke tahap II, yakni penyerapan sisa saham. Namun, MPAM masih menunggu arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait teknisnya agar pembubaran dan likuidasi enam reksa dana dapat segera dilaksanakan.

“Manajemen MPAM selalu berkomitmen untuk memberikan solusi yang terbaik atas proses pembubaran dan likuidasi reksa dana dengan tetap memperhatikan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Direktur MPAM Budi Wihartanto dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5).

Adapun enam reksa dana tersebut adalah Reksa Dana Minna Padi Keraton II, Property Plus, Pasopati Saham, Pringgondani Saham, Amanah Saham Syariah, dan Hastinapura Saham.

Budi menegaskan, MPAM teleh menyelesaikan pendataan atas seluruh nasabah yang bersedia mendapat pembagian likuidasi secara inkind dan nasabah yang hanya bersedia mendapatkan pembagian likuidasi secara tunai. MPAM telah menyisihkan porsi saham milik nasabah yang memilih pembagian likuidasi secara inkind.

“Masih terdapat porsi saham milik nasabah incash yang belum terjual. Dalam hal ini, MPAM dan/atau pemegang saham dan/atau afiliasi berkewajiban untuk melakukan penyerapan sisa saham tersebut,” tutur dia.

MPAM dan pemegang saham memutuskan untuk menyerap sisa saham tersebut dengan batas kemampuan finansial yang dimiliki dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini dan mewabahnya virus corona. Teknis penyerapan sisa saham telah disampaikan kepada OJK dan bank kustodian melalui surat tertanggal 8 Mei 2020.

“Pada 12 Mei 2020, MPAM sudah menjalankan proses penyerapan sisa saham, namun bank kustodian belum bersedia menindaklanjuti instruksi dari MPAM dan mensyaratkan adanya tanggapan atau jawaban dari OJK terlebih dahulu,” ujar Budi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN