Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area kegiatan penambangan emas BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur di Surabaya, Rabu (19/2/2020).Foto:Istimewa

Area kegiatan penambangan emas BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur di Surabaya, Rabu (19/2/2020).Foto:Istimewa

Pendapatan Ekspor Naik, Merdeka Copper Cetak Laba US$ 70,82 Juta

Thereis Love Kalla, Kamis, 19 Maret 2020 | 16:09 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pemilik entitas induk sebesar US$ 70,82 juta hingga akhir 2019, meningkat 34,94% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 52,48 juta.

Kenaikan laba ditopang oleh pendapatan usaha yang naik 36,80% menjadi US$ 402,03 juta dari sebelumnya sebesar US$ 293,88 juta.

“Kontribusi pendapatan perseroan paling besar ditopang oleh penjualan ekspor emas dan perak kepada pihak ketiga sebesar US$ 389,44 juta, naik 35,87% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 286,62 juta,” ungkap manajemen Merdeka Copper dalam laporan keuangannya, Kamis (19/3).

Adapun kontribusi pendapatan dari penjualan emas dan perak kepada pihak lokal tercatat sebesar US$ 23,6 juta atau naik 153,7% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 9,3 juta. Sedangkan, perseroan membukukan realisasi lindung nilai sebesar US$ 11,9 juta naik 440% dari sebelumnya sebesar US$ 2,2 juta.

Sementara itu, berdasarkan segmen aktivitas pertambangannya, proyek Tujuh Bukit masih menjadi kontributor utama bagi total pendapatan perseroan dengan mencetak pendapatan sebesar US$ 301,98 juta.

"Adapun proyek Wetar menghasilkan pendapatan sebesar US$ 99,15 juta dan proyek lainnya berkontribusi sebesar US$ 895,12 juta," ungkap manajemen. 

Di sisi lain, seiring dengan naiknya pendapatan, memicu naiknya beban pokok pendapatan yang tercatat meningkat 58,96% menjadi US$ 246,59 juta dari sebelumnya sebesar US$ 155,12 juta. Sedangkan, beban usaha juga naik 29,47%  menjadi US$ 20,12 juta dari sebelumnya US$ 15,54 juta.

 Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar US$ 951,25 juta naik 19,23% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar US$ 797,80 juta. Total aset terdiri atas aset lancar sebesar US$ 204,75 juta dan aset tak lancar sebesar US$ 746,49 juta. Sedangkan, total liabilitas naik 13,66% menjadi sebesar US$ 427 juta dari sebelumnya US$ 375,65 juta per Desember 2018. 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN