Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT PNM Investment Management. Foto: Investor daily/DAVID GITA ROZA

PT PNM Investment Management. Foto: Investor daily/DAVID GITA ROZA

PNM IM Targetkan Kelola RDPT Rp 2 Triliun

Gita Rossiana, Minggu, 19 Januari 2020 | 22:17 WIB

JAKARTA, investor.id - PT PNM Investment Management (PNM IM), anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menargetkan bisa menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) sekitar Rp 2 triliun tahun ini. Saat ini, perseroan sedang memproses RDPT tersebut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama PNM IM Bambang Siswaji menjelaskan, perseroan akan menerbitkan RDPT terdekat pada Februari 2020. Nilai dari RDPT tersebut adalah Rp 300 miliar. "Februari ada RDPT BUMN Mikro yang akan digunakan untuk pembiayaan usaha mikro, pencatatannya sudah dilakukan oleh OJK," jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (19/1).

Selanjutnya, perseroan masih memiliki beberapa pipeline RDPT lainnya. Namun saat ini, pihaknya masih mengkomunikasikan dengan OJK dan dengan emiten yang akan menggunakan RDPT sebagai underlying dalam proyeknya. "Prospeknya banyak, bisa lebih dari Rp 2 triliun, namun masih diproses di OJK," kata dia.

Bambang mengungkapkan, RDPT merupakan produk reksa dana PNM IM yang mencatat kenaikan dana kelolaan (asset under management/AUM) tertinggi pada 2019. Namun, AUM perseroan juga didukung oleh reksa dana terproteksi, reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Tercatat, pada akhir 2019, perseroan membukukan AUM sebesar Rp 13,56 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan akhir 2018 yang sebesar Rp 8,6 triliun.

Sementara itu, pada 2019, PNM IM bekerja sama dengan PTPN III untuk menerbitkan sukuk dengan underlying RDPT. Adapun nilai dari penerbitan sukuk tersebut adalah Rp 1 triliun. Bambang mengungkapkan, minat investor cukup tinggi terhadap produk RDPT dengan underlying sukuk tersebut. Pasalnya, instrumen investasi syariah ini bisa dibeli oleh investor konvensional maupun investor syariah. 

Setelah penerbitan sukuk Rp 1 triliun tersebut, Bambang mengungkapkan, PTPN kembali menerbitkan sukuk sebesar Rp 1 triliun pada November 2019. Sukuk ini juga dikemas dalam bentuk RDPT.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana untuk memiliki 85% saham PNM IM. Direktur BTN Nixon Napitupulu mengatakan, perseroan akan proses akuisisi tersebut pada tahun ini. Perseroan bahkan menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar dalam proses akuisisi tersebut.

Sebelumnya, perseroan sudah menyelesaikan proses akuisisi 30% saham PNM IM. Setelah itu, perseroan  memproses akuisisi pada tahap II menjadi 60%. Lalu kemudian perseroan akan menyelesaikan akuisisi 85% pada tahun ini.

Di sisi lain, Bambang menanggapi positif adanya akuisisi tersebut sehingga membuat perseroan memiliki modal tertinggi di antara semua perusahaan investasi.

"Akuisisi ini tidak hanya menambah basis modal perseroan, namun juga bisa membuat perseroan menjadi besar karena perusahaan investasi yang besar adalah yang memiliki afiliasi dengan bank atau asuransi," ucap dia.

Dengan adanya sinergi dengan BTN tersebut, perseroan berharap bisa mendukung program sejuta rumah. Selain itu, sinergi ini bisa juga mendorong pengembangan program wealth management melalui pemanfaatan jaringan BTN.

NAB Naik

Baru-baru ini, PNM Investment Management (PNM IM) telah menargetkan prospek nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana hingga akhir 2019 akan naik sekitar 10%. Senior Analyst PNM IM Usman Hidayat mengatakan, hingga akhir tahun lalu prospek nilai NAB indsutri reksa dana akan naik sekitar 10%. "Hal tersebut mencerminkan tingginya minat investor pada produk-produk dengan risiko lebih rendah dan terukur,” kata dia, belum lama ini.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana PNM IM reserch hIngga September 2019 total NAB Industri reksa dana mencapai Rp 548,90 triliun naik 8,61% dibanding akhir Desember 2018 sebesar Rp 505,38 triliun.

Adapun perkembangan NAB industri reksa dana hingga September 2019 terdiri atas, reksa dana pendapatan tetap tumbuh 9,79% menjadi Rp 117,57 triliun dibanding jumlah pada akhir Desember 2018 sebesar Rp 107,9 triliun.

Kemudian reksa dana saham turun -4,52%. menjadi Rp 146,82 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp 153,77 triliun. Sedangkan reksa dana pasar uang tercatat sebesar Rp 70,43 triliun di September tahun ini, naik 54,55% dibanding Desember tahun lalu Rp 45,57 triliun. 

Sementara reksa dana campuran naik 7,48%, menjadi Rp 30,59 triliun dibanding akhir Desember tahun lalu Rp 28,46 triliun. Kemudian reksa dana terproteksi tercatat sebesar Rp 153,91 triliun  naik 7,43% dibanding Desember 2018sebesar Rp 143,27 triliun. 

Lebih lanjut reksa dana Indeks naik 15,50%, menjadi Rp 6,41 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 5,55 triliun. Sedangkan reksa dana ETF tercatat Rp 14,09 triliun dibanding periode tahun 2018 sebesar Rp 11,59 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA