Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
obligasi Surat Utang Negara (SUN)

obligasi Surat Utang Negara (SUN)

Puncak Krisis Diyakini Berlalu, Reksa Dana Pendapatan Tetap Menarik Jadi Pilihan

Mashud Toarik, Selasa, 5 Mei 2020 | 12:47 WIB

JAKARTA, investor.id - Krisis finansial yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 diprediksi telah melewati puncaknya. Beberapa indikator memperlihatkan pasar finansial Indonesia mulai kembali rebound.

Di pasar spot, Rupiah kembali menguat pada level 15.157 pada akhir April lalu, setelah sempat di titik terendah di 16.741 pada awal April. Sementara, obligasi Indonesia diprediksi menguat seiring dengan turunnya yield (imbal hasil) SUN selama pekan lalu.

Melihat kondisi pasar finansial yang mulai membaik, meskipun fluktuasi masih belum cukup stabil, Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif PT Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo mengatakan, investor dapat mengambil kesempatan untuk berinvestasi di surat utang berharga (SBN) maupun reksa dana pendapatan tetap (fixed income).

Hal ini dilandasi dari tingkat imbal hasil (yield) obligasi negara tenor 10 tahun yang mencapai 8%. Angka ini terbilang menarik bagi para investor, dibandingkan dengan yield obligasi sejumlah negara lainnya yang rata-rata di bawah yield obligasi Indonesia. Di samping itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif, meskipun diprediksi turun pada level 2,3% -2,4%.

“Ini momen baik untuk investasi di obligasi, karena yield-nya sangat menarik. Untuk jangka pendek dan menghindari volatilitas yang belum stabil, sebaiknya memilih reksa dana pendapatan tetap (fixed income) yang bisa dicairkan kapan saja”, ungkap Soni Wibowo dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Selasa (5/5/2020).

Sementara, bagi investor yang ingin memilih reksa dana saham, Soni menyarankan agar para investor mengalokasikan dana investasinya secara bertahap untuk tujuan jangka panjang, karena volatilitas pasar saham yang masih tinggi.

Sebagai acuan investasi, Soni mengutarakan agar investor membagi porsi investasinya sebesar 50% di obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, 25% pada reksa dana saham, dan 25% di reksa dana pasar uang yang juga berguna sebagai cadangan kas.

Menurutnya, fluktuasi pasar akan kembali stabil bila ada sentimen positif yakni melandainya kurva tingkat penyebaran virus Covid-19 dan vaksin baru ditemukan.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN