Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Reksa Dana Saham Masih Jadi Pilihan Utama Investasi

Farid Firdaus, Selasa, 10 September 2019 | 18:19 WIB

JAKARTA, investor.id - Bank Commonwealth masih merekomendasikan reksa dana saham sebagai pilihan utama investasi, karena potensi return yang lebih menarik dibandingkan reksa dana jenis lainnya. Meskipun, pasar saham Indonesia terkoreksi sepanjang Agustus lalu, sedangkan obligasi di Tanah Air terapresiasi.

Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan, meski isu perang dagang memanas Agustus lalu, pasar saham Indonesia relatif lebih kuat dibandingkan dengan dengan pasar saham Amerika Serikat (AS) atau pasar saham Asia pasifik.

Tercatat, indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 0,97%, sedangkan pasar saham Amerika Serikat S&P 500 turun 1,81%, dan acuan pasar saham sharia Asia Pasifik, FTSE sharia Asia Pasifik anjlok 2,11% Agustus lalu.

“Hal ini menunjukkan Indonesia relatif kebal terhadap kemelut perang dagang antara AS dan Tiongkok, karena sebagai negara berkembang, porsi terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi dalam negeri,” jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (10/9).

Selain itu, kata Ivan, ketahanan ekonomi Indonesia juga tetap kuat, yang tercermin dari dijaganya rasio utang luar negeri terhadap PDB. Melihat hal tersebut, Bank Commonwealth merekomendasikan reksa dana untuk menjadi pilihan pertama untuk investasi khususnya reksa dana saham atau reksa dana pendapatan tetap tergantung dari profil risiko dan jangka waktu investasi.

Hingga akhir tahun 2019, lanjut dia, pihaknya masih lebih positif di kelas aset saham. Ini dengan pertimbangan perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menjadi salah satu alasan dana asing embali masuk ke Indonesia, sebagai negara berkembang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi lebih baik dibandingkan dengan negara maju.

Selain, itu faktor penting lainnya adalah dengan terpilihnya presiden baru, dan juga pemindahan ibukota baru. Alhasil, bakal ada misi pembangunan baru yang mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Sehingga, untuk nasabah dengan profil risiko growth masih dapat mempertahankan alokasi saham sebesar 70% di dalam portofolio,” jelas dia.

Menurut Ivan, pilihan investasi yang menarik untuk dilakukan saat ini adalah Sucorinvest Equity Fund yang telah didistribusikan oleh Bank Commonwealth sejak bulan lalu. Nasabah Bank Commonwealth menyukai produk dengan catatan kinerja yang baik. Reksa dana saham secara historikal masih memberikan imbal hasil yang tertinggi dalam jangka panjang dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap serta reksa dana campuran.

“Oleh karena itu, kami memutuskan memulai kerja sama dalam mendistribusikan reksa dana di bawah kelolaan Sucorinvest Asset Management yaitu Sucorinvest Equity Fund,” kata dia.

Secara kinerja produk tersebut memberikan imbal hasil sebesar 79,27% dalam 3 tahun terakhir, sementara tolok ukur IHSG memberikan imbal hasil sebesar 26,75%, berdasarkan data per Juni 2019.

Untuk melengkapi reksa dana saham Sucorinvest Equity Fund, Bank Commonwealth juga mendistribusikan reksa dana Sucorinvest Money Market Fund, reksa dana pasar uang dengan dana kelolaan Rp2,35 triliun, berdasarkan data per akhir Juni 2019.

Lebih lanjut, Ivan menegaskan, investor akan fokus pada dua sentimen pada September ini. Sentimen tersebut, yakni perundingan lanjutan antara AS dan Tiongkok terkait perang dagang dan pertemuan bank sentral terkait penentuan suku bunga.The Fed diperkirakan akan kembali melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga di bulan September 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA