Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi hukum: IST

Ilustrasi hukum: IST

Sinarmas Asset Management Minta Nasabah Tak Khawatir Terkait Kasus Jiwasraya

Imam Suhartadi, Jumat, 26 Juni 2020 | 00:27 WIB

JAKARTA - Direktur Utama PT Sinarmas Asset Management , Alex Setyawan WK meminta nasabah tak khawatir dan tetap mempercayakan investasinya melalui instrumen reksa dana di perusahaan manajer investasi tersebut terkait pemberitaan mengenai penetapan 13 korporasi sebagai tersangka dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero),

Dia mengatakan, PT Sinarmas Asset Management sebagai salah satu unit usaha di bawah pilar Sinar Mas Financial Services, tetap memberikan pelayanan, serta selalu mengedepankan pemenuhan hak dan kepentingan seluruh nasabah.

"Perusahaan bertanggung jawab sepenuhnya atas semua produk yang dipasarkan. Nasabah tidak perlu khawatir dan tetap dapat melakukan pembelian dan penjualan seperti biasa,” kata Alex Setyawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/6).

Dia mengatakan, PT Sinarmas Asset Management belum menerima pemberitahuan resmi penetapan tersangka dari Kejaksaan Agung.

Dalam penanganan kasus ini, PT Sinarmas Asset Management telah menunjuk firma hukum Hotman Paris & Partners sebagai kuasa hukum.

“Kami akan menelaah secara mendalam penetapan tersebut, dan memberikan respon lanjutan terkait hal ini bilamana diperlukan,” katanya.

Dia mengatakan, produk reksa dana Simas Saham Ultima kelolaan PT Sinarmas Asset Management merupakan produk reksa dana yang hanya dibeli oleh Asuransi Jiwasraya dan tidak terkait dengan produk reksa dana lain kelolaan PT Sinarmas Asset Management .

PT Sinarmas Asset Management mengelola 64 produk reksadana dengan total dana kelolaan sebesar Rp30,2 triliun, sementara kasus ini merujuk pada sebuah saja produk reksa dana, yakni Simas Saham Ultima, dengan total dana kelolaan hanya berjumlah 0,2% dibandingkan total kelolaan dana PT Sinarmas Asset Management.

"Dengan kata lain, tidak berdampak terhadap korporasi dan nasabah karena nilainya tidak signifikan," ujarnya.

Ia menjamin, selaku lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SAM akan patuh terhadap regulasi serta perundangan-undangan yang berlaku.

"Kami akan selalu kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlangsung," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial FH dan 13 perusahaan sebagai tersangka baru dugaan korupsi Asuransi Jiwasraya. Penetapan status tersangka dilakukan pasca adanya pengembangan dugaan korupsi di Jiwasraya.

"Tersangka dari OJK adalah FH yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal IIA periode 2014-2017. Kemudian yang bersangkutan diangkat sebagai Deputi Komisioner Pasar Modal II," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono di Jakarta, Kamis (25/6).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN