Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Sucor Asset Incar Dana Kelolaan Rp 15 Triliun

Selasa, 28 Januari 2020 | 19:25 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sucor Asset Management menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) tahun ini sebesar Rp 15 triliun. AUM tersebut meningkat 39% dibandingkan perolehan akhir 2019 yang mencapai Rp 10,8 triliun.

Presiden Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana mengatakan, pihaknya mengandalkan beberapa jenis reksa dana untuk menggenjot kinerja perusahaan. "Reksa dana yang berkontribusi terbesar adalah reksa dana pasar uang, terproteksi, dan saham," jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Jemmy menegaskan, tiga reksa dana itu pula yang pada 2019 mendongkrak perolehan AUM menjadi Rp 10,8 triliun. Perolehan AUM tahun lalu meningkat 80% dibandingkan perolehan 2018.

Pihaknya optimistis bisa mencapai target AUM Rp 15 triliun tahun ini dengan produk reksa dana saham sebagai salah satu produk andalan. Hal ini seiring dengan perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terus positif dalam dua tahun terakhir.

Hal ini berbeda dengan perkembangan IHSG pada tahun 2008 dan 2015 yang sempat bertumbuh negatif dalam dua tahun berturut-turut. Dia menyebutkan,  pada 2008 IHSG turun, baru kemudian meningkat pada 2011. Begitu juga pada 2015 saat IHSG menurun, pergerakan positif baru terjadi pada 2017.

Salah satu produk reksa dana saham yang dikelola Sucor Asset Management, yakni Sucorinvest Equity Fund juga berkembang signifkan. Dia menyebutkan, return Sucorinvest Equity Fund bisa mencapai 9% dan melesat menjadi 20% pada akhir 2019.

Pihaknya juga meyakini bisa mencapai target AUM sebesar Rp 15 triliun, meski ada beberapa isu negatif di industri reksa dana. Kasus tersebut cukup mengganggu perkembangan industri reksa dana.

Beberapa kasus reksa dana yang cukup menyita perhatian adalah kasus gagal bayar PT Narada Aset Manajemen dan kasus pembubaran enam reksa dana milik PT Minna Padi Aset Manajemen. Kasus Minna Padi paling menghebohkan karena nilainya cukup besar, yaitu mencapai Rp 6 triliun serta kasus lain yang belum terungkap.

Terkait kasus reksa dana yang bermasalah tersebut, Jemmy mewanti-wanti para investor agar berhati-hati, jika ada koreksi yang tajam pada sebuah produk reksa dana saham. "Kalau ada koreksi tajam, misalnya dalam sehari jatuh lebih dari 5%, maka bisa dipastikan ada pengelolaan yang salah pada manajer investasi tersebut," urainya. Selain itu, praktik berutang atau skema margin juga sama sekali tidak diperbolehkan dalam pengelolaan reksa dana.

Adapun Sucor Asset Management yang sebelumnya bernama Sucorinvest Asset Management berdiri pada 1997 dan memperoleh izin pada 1999. Kemudian, pada Oktober 2018, perusahaan melakukan spin off dari perusahaan induk, yakni PT Sucor Sekuritas.

Dalam mengembangkan usaha, perseroan telah menjalin kerja sama dengan bank dan agen penjualan. Kerja sama ini telah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana kelolaan dan mengubah basis investor sehingga berfokus kepada investor ritel.

Sejauh ini, perseroan memiliki sembilan produk reksa dana, yakni Sucorinvest Equity Fund, Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Sharia Equity Fund, Sucorinvest Flexi Fund, Sucorinvest Citra Dana Berimbang, Sucorinvest Anak Pintar, Sucorinvest Bond Fund, Sucorinvest Money Market Fund, dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN