Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Sucor Asset Management Bidik Dana Kelolaan Rp 10 Triliun

Gita Rossiana, Kamis, 8 Agustus 2019 | 22:17 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Sucor Asset Management menargetkan dana kelolaan (under asset management/AUM) reksadana bisa mencapai Rp 10 triliun tahun ini. Sedangkan sampai Juli 2019, AUM reksadana perseroan sudah mencapai Rp 8,9 triliun.

Presiden Direktur Sucor Asset Managament Jemmy Paul Wawointana menjelaskan, dana kelolaan reksadana perseroan naik cukup signifikan. "Sejak awal tahun, AUM reksadana kami sudah Rp 5,7 triliun, jadi naik banyak sekitar 50%," jelas dia saat ditemui di Hotel Mulia pada Kamis (8/8).

Jemmy menyebutkan ada tiga jenis reksadana yang mengkontribusi AUM perseroan. Adapun ketiga jenis reksadana tersebut adalah reksadana terproteksi, reksadana saham dan reksadana pasar uang.

Salah satu produk reksadana saham perseroan, yakni Sucorinvest Equity Fund juga berkembang signifkan."Saat ini return Sucorinvest Equity Fund mencapai 9%, akhir tahun return bisa meningkat 10% sehingga bisa menjadi 20% pada akhir tahun," ucap dia.

Sementara untuk mencapai pertumbuhan AUM tahun ini, perseroan berencana meluncurkan dua produk reksadana terproteksi. Sedangkan untuk jenis reksadana lain, saat ini masih dalam kajian."Kami berencana menerbitkan Sharia Equity Dollar akhir tahun, tapi akan dilihat jadi atau tidak,"jelas dia.

Sementara itu, Head of Wealth Management & Client Growth PT Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan, Bank Commonwealth juga mulai bekerja sama dengan Sucor Asset Management dan mendistribusikan produk Sucorinvest Equity Fund.

Produk Sucorinvest equity fund, menurut Ivan membukukan kinerja baik dengan imbal hasil 66,29% dalam tiga tahun terakhir. Imbal hasil ini lebih tinggi dari IHSG yang meningkat 21,91% dalam tiga tahun terakhir.

Pertumbuhan AUM reksadana Sucor Asset Management juga melebihi pertumbuhan AUM industri reksadana. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan industri reksadana sampai Juni 2019 mencapai Rp 512,58 triliun. Nilai tersebut meningkat 5,72% dibandingka n periode Juni 2018 yang mencapai Rp484,84 triliun.

Dari dana kelolaan tersebut, reksadana saham mendominasi total AUM industri reksadana mencapai Rp150,94 triliun atau 29,45% dari total dana kelolaan. Kontribusi ini meningkat dibandingkan kontribusi reksadana saham pada Juni 2018 yang mencapai 25,36% atau senilai Rp 122,94 triliun.

Kemudian kontributor selanjutnya adalah reksadana terproteksi, yakni 25,77% atau senilai Rp132,07 triliun. Kontribusi reksadana terproteksi juga meningkat dibandingkan periode Juni 2018 yang baru Rp 55,57 triliun atau 14,4%.

Selanjutnya adalah reksadana pendapatan tetap sebesar 21,93% atau senilai Rp 112,41 triliun. Sedangkan sisanya adalah reksadana pasar uang sebesar Rp57,56 triliun, reksadana campuran Rp 30,58 triliun, reksadana exchanged traded fund Rp 14,16 triliiun, reksadana global Rp 8,42 triliun, reksadana indeks Rp5,45 triliun dan reksadana berbasis sukuk Rp 960,01 miliar.

Sucor Asset Management yang sebelumnya bernama Sucorinvest Asset Management berdiri pada 1997 dan memperoleh izin pada 1999. Kemudian, pada Oktober 2018, perusahaan melakukan spin off dari perusahaan induk, yakni PT Sucor Sekuritas.

Dalam mengembangkan usaha, perseroan telah menjalin kerja sama dengan bank dan agen penjualan. Kerja sama ini telah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana kelolaan dan mengubah basis investor sehingga berfokus kepada investor ritel.

Sejauh ini, perseroan memiliki sembilan produk reksadana, yakni Sucorinvest Equity Fund, Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Sharia Equity Fund, Sucorinvest Flexi Fund, Sucorinvest Citra Dana Berimbang, Sucorinvest Anak Pintar, Sucorinvest Bond Fund, Sucorinvest Money Market Fund dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN