Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Syailendra Capital Masuk 10 Besar Manajer Investasi

Selasa, 30 Maret 2021 | 06:51 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Syailendra Capital masuk 10 besar manajer investasi di Indonesia berdasarkan dana kelolaan (asset under management/AUM). Hingga Desember 2020, dana kelolaan Syailendra Capital mencapai Rp 23,43 triliun atau berada di posisi 10.

Berdasarkan data yang diterima Investor Daily, Senin (29/3), tren dana kelolaan reksa dana Syailendra Capital terus meningkat sejak 2016. Dalam lima tahun, rata-rata pertumbuhan dana kelolaan Syailendra Capital mencapai 54% atau sebesar Rp 25,23 triliun dengan memperhitungkan produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan kontrak pengelolaan dana (KPD).

Pertumbuhan dana kelolaan ini ditopang oleh sejumlah produk yang dimiliki Syailendra Capital. Sejauh ini, produk reksa dana terproteksi menjadi kontributor terbesar, yakni 50,18%. Kemudian, reksa dana saham sebesar 14,97%, reksa dana pasar uang 11,97%, reksa dana campuran 8,18%, dan reksa dana lainnya. "Akhir-akhir ini, Syailendra Capital menjadi pemain inti di produk RDPT dengan dana kelolaan mencapai Rp 1,23 triliun," jelas manajemen Syailendra Capital.

Saat ini, Syailendra Capital memiliki 14 produk di 6 kategori produk. Produk paling banyak ada di reksa dana saham sebanyak 4 produk, yakni Syailendra Equity Opportunity Fund, Syailendra Dana Ekuitas Sejahtera, Syailendra Equity BUMN Plus dan Sharia Equity.

Sementara, dilihat dari nasabahnya, segmen institusi masih mendominasi dana kelolaan Syailendra Capital, yakni sebesar 90%. Meski demikian, manajer investasi itu juga mulai mengembangkan segmen ritel yang kontribusinya baru mencapai 7,3%.

Untuk bisa meningkatkan nasabah tersebut, Syailendra Capital mengembangkan pemasaran secara online melalui aplikasi SCOR dan mengoptimalkan tenaga pemasar yang dimiliki. Selain itu, perseroan bekerjasama dengan sejumlah bank, perusahaan sekuritas, perusahaan e-commerce, dan perusahaan fintech.

Syailendra juga melakukan kolaborasi dengan OVO dan Tokopedia untuk menjaring nasabah ritel melalui produk reksa dana pasar uang, Syailendra Dana Kas. Kolaborasi lainnya adalah dengan Cigna melalui pengembangan produk reksa dana dengan manfaat asuransi jiwa.

Adapun secara total, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan industri reksa dana hingga Februari 2021 mencapai Rp 571,74 triliun. Nilai tersebut meningkat 8,84% dibandingkan Februari 2020 yang mencapai Rp 525,27 triliun.

Meski meningkat dibandingkan Februari 2020, namun dana kelolaan industri reksa dana ini menurun 0,08% dibandingkan Januari 2021. Pada awal 2021, industri reksa dana sempat membukukan AUM sebesar Rp 572,2 triliun.

Apabila dilihat dari jenisnya, reksa dana terproteksi masih mendominasi dana kelolaan industri reksa dana sebesar Rp 143,01 triliun. Namun, dominasi ini menurun 0,8% dibandingkan Januari 2021 yang mencapai Rp 144,2 triliun.

Selain reksa dana terproteksi, reksa dana pasar uang juga tercatat mengalami penurunan 7,56% pada Februari 2021 menjadi Rp 93,82 triliun. Padahal, pada Januari 2021, reksa dana pasar uang sempat menguat ke posisi Rp 101,5 triliun.

Kendati demikian, untuk jenis reksa dana lainnya tetap mencatat peningkatan. Reksa dana pendapatan tetap meningkat 2,02% menjadi Rp 140,39 triliun dari Rp 137,6 triliun pada Januari 2021. Begitu juga dengan reksa dana saham yang naik 2,55% dari Rp 123,79 triliun pada Januari 2021 menjadi Rp 126,95 triliun pada Februari 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN