Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Manulife Aset Manajemen. Foto: akucintakeuangansyariah.com

Manulife Aset Manajemen. Foto: akucintakeuangansyariah.com

Tahun Pemulihan, Saatnya Masuk ke Reksa Dana Saham

Jumat, 12 Februari 2021 | 16:49 WIB
Parina Theodora

 

Jakarta – Perbaikan ekonomi global secara gradual yang dimulai sejak triwulan IV/2020 menjadi sentimen positif bagi pasar. Perbaikan yang ditopang oleh pertumbuhan di negara berkembang Asia, serta didorong oleh ketersediaan vaksin dan normalisasi aktivitas ekonomi, mennjadi indikator mulai pulihnya ekonomi.

Selain itu, pemulihan akan didukung oleh kebijakan akomodatif. Seperti; suku bunga rendah, quantitative easing, dan stimulus fiskal yang masih akan berlanjut di tahun ini. Hal tersebut  akan membuat arus dana mengalir ke Asia, termasuk Indonesia. Demikian disampaikan Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja.

Ia menyebutkan tiga katalis pendukung akan membaiknya pasar modal Indonesia. Pertama, valuasi pasar saham Indonesia masih relatif murah dibandingkan kawasan lain seperti Filipina atau Thailand. Kedua, kepemilikan asing di pasar saham Indonesia masih berada di salah satu level yang terendah sejak 2013. Ketiga, pemulihan pertumbuhan ekonomi mendorong pertumbuhan earnings perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Ia menambahkan, meski begitu, volatilitas masih akan terjadi di 2021. Menurutnya, pergerakan pasar harus dilihat dari dua sisi, sebagai penghalang atau peluang. “Sebagai investor, kita harus melihat fundamental jangka menengah panjang, bukan hanya dinamika jangka pendek. Mari kita fokus pada fakta-fakta dan katalis yang ada, setidaknya untuk kuartal pertama tahun ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Freddy menyarankan investor memanfaatkan momentum ini untuk mulai mendiversifikasi investasi ke reksa dana saham. “Walau IHSG di bulan Januari ditutup melemah -1,95%, namun bursa saham di bulan Februari sudah kembali bangkit,” ujarnya.

Walaupun sekarang saat yang baik untuk memanfaatkan peluang di tahun pemulihan, ia mengingatkan pentingnya melihat profil risiko investor dan horizon investasi. Sebab, reksa dana saham cocok bagi investor dengan profil risiko agresif dengan horizon investasi jangka panjang.

“Prinsip kehati-hatian dalam menentukan pilihan produk investasi dan perusahaan manajer investasi yang akan mengelola dana Anda akan sangat menentukan hasil yang akan Anda nikmati di masa depan kelak,” pungkasnya.

 

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN