Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana Syariah Terbaik. Dewan Juri Parto Kawito (kiri) Josep Ginting (kanan), serta penerima penghargaan kategori Reksa Dana Syariah Terbaik (ki-ka): Direktur Utama PT Pacific Capital Investment Felix Sindhunata, Product Development PT Sucorinvest Asset Management Hana Thalita Argani, Associate Director Institutional Sales PT Sucorinvest Asset Management Sri Lestari Werdiningsih, Chief Investment Officer PT Bahana TCW Investment Management Doni Firdaus, Direktur PT BNP Paribas Investment Partners Maya Kamdani , Head of Settlement PT Sinarmas Asset Management Abdillah Wahid, Portfolio Mnager Assistant Vice President Investment & Research Division PT Mandiri Manajemen Investasi Akuntino Mandhany, Vice President Equity Portfolio Manager Investment & Research Division PT Mandiri Manajemen Investasi Albert Z. Budiman, Head of Product Management PT Danareksa Investment Management Nurullah Saptidja, Chief Investment Officer PT Insight Invesments Management Genta Wira Anjalu, Fund Manager PT Insight Invesments Management Nesya Agustini, Director PT Pinnacle Persada Investama Indra M. Firmansyah dan Chief Investment Officer PT Majoris Asset Management Rafdi Prima, saat Investor Award

Reksa Dana Syariah Terbaik. Dewan Juri Parto Kawito (kiri) Josep Ginting (kanan), serta penerima penghargaan kategori Reksa Dana Syariah Terbaik (ki-ka): Direktur Utama PT Pacific Capital Investment Felix Sindhunata, Product Development PT Sucorinvest Asset Management Hana Thalita Argani, Associate Director Institutional Sales PT Sucorinvest Asset Management Sri Lestari Werdiningsih, Chief Investment Officer PT Bahana TCW Investment Management Doni Firdaus, Direktur PT BNP Paribas Investment Partners Maya Kamdani , Head of Settlement PT Sinarmas Asset Management Abdillah Wahid, Portfolio Mnager Assistant Vice President Investment & Research Division PT Mandiri Manajemen Investasi Akuntino Mandhany, Vice President Equity Portfolio Manager Investment & Research Division PT Mandiri Manajemen Investasi Albert Z. Budiman, Head of Product Management PT Danareksa Investment Management Nurullah Saptidja, Chief Investment Officer PT Insight Invesments Management Genta Wira Anjalu, Fund Manager PT Insight Invesments Management Nesya Agustini, Director PT Pinnacle Persada Investama Indra M. Firmansyah dan Chief Investment Officer PT Majoris Asset Management Rafdi Prima, saat Investor Award "Best Syariah 2019", Jakarta, Kamis (22/8/2019). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Tembus Rp 35 Triliun, Dana Kelolaan Danareksa Investment Management Tumbuh 4%

Thereis Love Kalla, Minggu, 17 Mei 2020 | 12:44 WIB

JAKARTA, investor.id – Danareksa Investment Management (DIM) mencatatkan kenaikan dana kelolaan sebanyak 4% secara year to date menjadi sebesar Rp 35 triliun. Instrumen pendapatan tetap menjadi faktor utama pertumbuhan dana kelolaan reksa dana DIM selama empat bulan terakhir, yang bergerak dari Rp 22,7 triliun menjadi hampir sebesar Rp 25 triliun.

Chief Executive Officer DIM Marsangap P Tamba mengungkapkan, pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan, dari 4,97% di triwulan IV tahun 2019 menjadi hanya 2,97% pada triwulan pertama 2020. Kendati demikian, hingga Maret 2020 pasar DIM tercatat tumbuh dari 4,2% menjadi 4,8%.

“Lebih dari 60 % investasi DIM ada pada instrumen pendapatan tetap, termasuk pada obligasi pemerintah dan obligasi korporasi dengan rata-rata peringkat kredit AA. Kami tentu akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan investor dan perkembangan ekonomi untuk dapat memberikan nilai tambah jangka panjang buat para Investor,” ujar Marsangap pada konferensi pers video, Jakarta, Jumat (15/5).

Sementara itu, kata dia, portofolio saham DIM terdiri dari beberapa produk reksa dana berbasis saham, yang saat ini ditempatkan secara rata-rata pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan histori laba yang baik. Menurut Marsangap, pemilihan terhadap instrumen yang lebih likuid dan berkualitas tinggi tentunya akan terus menjadi fokus, di tengah fluktuasi jangka pendek yang akan terus berlanjut di masa yang sulit ini, sambil memantau peluang yang mungkin terjadi.

“Tingkat likuditas dari berbagai portfolio DIM saat ini cukup tinggi dan ditempatkan pada bank bank besar atau rata-rata pada bank BUKU III. Preferensi ini cukup penting untuk menopang kelanjutan investasi jangka panjang,” kata dia.

Kemungkinan Revisi
Marsangap juga mengatakan, pihaknya tak menutup kemungkinan untuk merevisi target dana kelolaan tahun ini, di tengah tekanan akibat pandemi Covid-19 yang turut dirasakan oleh industri reksa dana. Kemungkinan target dana kelolaan DIM akan direvisi turun 10% menjadi sekitar Rp 30,6 triliun - Rp 31,5 triliun, dari semula ditargetkan di kisaran Rp 35 triliun.

“Kami pikir, worst case, dana kelolaan bisa turun 10% dari potensi koreksi market dan early redemption beberapa produk yang mendekati mature-nya. Tapi kami berupaya untuk bisa menjaga dana kelolaan stabil di Rp 34 triliun - Rp 35 triliun,” ujarnya.

Ditengah kondisi pasar yang fluktuatif, lanjut Marsangap, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang (money market) bisa menjadi alternatif investasi dibandingkan instrumen seperti deposito. Hal ini sejalan dengan strategi investasi yang lebih defensif dengan fokus pada kualitas instrumen investasi yang moderat, low risk, dan likuiditas yang tinggi di tengah pandemi Covid-19.

“Buat investor saat ini yang paling ideal, yang likuiditasnya tinggi. Kalo orang bilang cash is the king, tapi kalau di manajer investasi, saat ini adalah reksa dana money market is king. Soalnya reksa dana ini bisa berikan upside dibanding produk deposito, dan tawaran return-nya lebih menarik,” ujarnya.

Marsangap menambahkan, reksa dana pasar uang bisa dicairkan sewaktu-waktu dan reksa dana pendapatan tetap pun hanya memakan waktu dua atau tiga hari untuk redemption. Itulah sebabnya, kedua instrumen ini dianggap lebih baik secara likuiditas dibanding deposito.

Lebih lanjut, Marsangap menyatakan untuk jangka panjang, reksa dana saham masih memiliki prospek yang menarik. Terlebih secara year to date, valuasi saham sudah diskon sekitar 30%.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN