Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Manulife Aset Manajemen. Foto: akucintakeuangansyariah.com

Manulife Aset Manajemen. Foto: akucintakeuangansyariah.com

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia

Tips Membeli Rumah Pertama

Parina Theodora, Jumat, 6 September 2019 | 18:29 WIB

Jakarta - Harga properti yang makin meningkat setiap waktu, membuat impian memiliki rumah sendiri makin sulit tercapai. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mempunyai rumah sendiri. Rumah idaman bisa segera terwujud, asalkan disiplin melakukan perencanaan keuangan sedari dini. Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan membagikan beberapa tipsnya.

Pertama, mulailah memperbaiki kondisi keuangan Anda

Mulailah dengan mengatur semua keuangan Anda. Jika Anda ingin membeli rumah dengan cara kredit melalui bank, sementara saat ini Anda masih memiliki utang di perbankan, pastikan pembayaran utang Anda lancar.

Ini karena setiap pengajuan kredit ke bank, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR), harus melalui proses pengecekan di Bank Indonesia (BI checking) untuk menentukan kelayakan calon debitur. Jika nama Anda masuk dalam daftar hitam BI, pengajuan kredit Anda akan otomatis ditolak.

“Saran saya, lunasi sebanyak mungkin utang Anda, baik utang konsumtif maupun produktif, sebelum Anda mengambil KPR. Jika Anda masih menanggung utang lainnya, entah ke bank, teman, atau saudara, kemungkinan besar cash flow Anda akan terganggu untuk mengangsur KPR,” papar Katarina. Hal ini menurutnya cicilan KPR cukup besar yang bisa mencapai sekitar 30%, atau bahkan lebih besar dari penghasilan bulanan Anda.

Kedua, menentukan rumah sesuai kemampuan

Langkah ini sangat penting. Jangan sampai Anda menjadi house poor, menghabiskan sebagian besar porsi penghasilan Anda untuk pembelian rumah yang berimbas pada kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

Rumah pertama yang akan Anda beli dan tempati jangan dianggap sebagai instrumen investasi. Tujuan utama Anda membelinya karena membutuhkan tempat tinggal, bukan untuk investasi. Pilih rumah yang sanggup Anda beli.

Untuk menghindari house poor, cicilan KPR Anda sebaiknya dibatasi maksimal 30% dari penghasilan bulanan. Jadi, jika penghasilan bersih Anda Rp 10 juta per bulan, cari rumah dengan cicilan maksimal Rp 3 juta per bulan.

Ketiga, siapkan down payment

Untuk membeli rumah pertama dengan menggunakan KPR, dibutuhkan uang muka (down payment/DP) minimal 20% dari harga rumah. Semakin besar DP yang disetorkan di awal, akan semakin ringan beban cicilan bulanan. Tentukan jumlah yang harus kumpulkan dan kapan akan gunakan. Dengan memiliki target yang jelas, Anda akan lebih termotivasi dan disiplin mengumpulkan dana, serta tahu persis jumlah yang masih harus Anda kumpulkan.

Idealnya, DP dikumpulkan dalam periode satu atau dua tahun. Jika lebih dari itu, harga rumah akan semakin tinggi dan mungkin tidak lagi mampu untuk dibeli .

Dalam menyiapkan DP, alokasikan minimal 30% dari penghasilan bulanan Anda. Ini sekaligus menjadi sarana latihan bagi Anda dalam mencicil KPR. Selain mengandalkan penghasilan bulanan, Anda juga sebaiknya memanfaatkan THR dan bonus yang Anda terima untuk menyiapkan dana DP.

Keempat, simpan down payment di reksa dana

Ketika Anda menyimpan uang untuk pembayaran DP, hindari berinvestasi di pasar saham karena uang yang Anda targetkan akan digunakan dalam satu atau dua tahun ke depan. Sedangkan, investasi di pasar saham memang berpotensi untuk memberikan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi dibandingkan investasi lainnya. Namun, sangat berfluktuasi dan risikonya sangat tinggi jika dananya ingin digunakan dalam jangka pendek.

Sebaliknya, gunakan reksa dana pasar uang yang cocok untuk menyimpan dana investasi dalam jangka pendek. Selain memiliki tingkat risiko yang sangat rendah, reksa dana pasar uang juga likuid, bebas biaya transaksi, dan memberikan potensi imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan tabungan dan deposito.

“Sebagai ilustrasi, reksa dana Manulife Dana Kas II (MDK II) memiliki imbal hasil sebesar 5,91% dalam setahun terakhir. Angka tersebut net, tidak ada potongan pajak lagi, karena reksa dana bukan objek pajak. Selain itu, investasi di reksa dana MDK II dapat dilakukan dengan dana yang sangat terjangkau, yaitu minimal Rp 10 ribu,” papar Katarina.

Selagi Anda masih memiliki penghasilan, wujudkan impian untuk memiliki rumah tinggal. Segera siapkan keuangan agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Setiap langkah yang Anda ambil hari ini akan turut berperan dalam menentukan masa depan Anda.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA