Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Berkah Penurunan Harga BBM

Selasa, 20 Januari 2015 | 12:44 WIB
ah

Berlanjutnya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bersamaan dengan kenaikan tarif taksi akan memperlebar margin keuntungan PT Blue Bird Tbk (BIRD) tahun ini. Hal itu akan mendorong lonjakan kinerja keuangan operator taksi terbesar di Indonesia tersebut. “Kami memperkirakan Blue Bird mencetak kenaikan laba bersih sebesar 70% sepanjang tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu,” tulis analis Credit Suisse Securities Jahanzeb Naseer dan Bernard Kie dalam risetnya, baru-baru ini.


Mereka menjelaskan, setiap penurunan harga BBM sebesar 10%, keuntungan Blue Bird berpotensi naik sekitar 7%. Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan penurunan harga BBM bersubsidi berlaku efektif mulai Senin (19/1). Adapun kenaikan tarif taksi sebelumnya telah direalisasikan perseroan sebesar 10%.


Pertumbuhan kinerja keuangan bakal ditopang oleh kemungkinan peningkatan utilisasi armada taksi perseroan dari 75% menjadi sekitar 76-77% tahun ini. Kenaikan itu dipicu oleh keputusan kompetitor perseroan untuk tidak ekspansi armada agresif tahun ini dan memilih untuk fokus konsolidasi. Hal ini akan mempermudah perseroan untuk meraup keuntungan atas pertumbuhan penumpang taksi di Indonesia.


Berbagai faktor tersebut mendorong Credit Suisse Securities untuk merevisi naik target kinerja keuangan Blue Bird periode 2015 dan 2016. Target pendapatan tahun 2015 direvisi naik dari Rp 6,39 triliun menjadi Rp 6,47 triliun.


Adapun pendapatan pada 2016 direvisi naik dari Rp 7,73 triliun menjadi Rp 7,76 triliun. Sedangkan proyeksi laba bersih tahun ini direvisi naik dari Rp 1,04 triliun menjadi Rp 1,32 triliun. Perkiraan laba bersih tahun depan direvisi meningkat dari Rp 1,38 triliun menjadi Rp 1,65 triliun.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN