Menu
Sign in
@ Contact
Search

Ilham A Habibie, Give Back ke Masyarakat

Rabu, 25 Mei 2011 | 12:39 WIB
Oleh Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

Tatapan matanya tajam. Cara bicaranya lugas, cenderung blak-blakan. Mengingatkan kita pada sosok sang ayahanda, BJ Habibie. Kini, Ilham A Habibie, satu dari dua bersaudara putra mantan Presiden RI BJ Habibie, seakan mewarisi semangat ayahandanya, menjadi teknokrat. Keinginannya tak muluk-muluk, mengabdi ke masyarakat.

lham Habibe pernah menjadi dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menekuni industri pesawat terbang di Indonesia. Pria yang sejak lahir hingga tamat perguruan tinggi  menetap di Munich, Jerman, ini mengaku berpegang pada prinsip memberi kembali (give back).

“Maknanya, apa yang kita raih dalam kehidupan, bakal harus dikembalikan ke masyarakat. Hidup harus bermanfaat untuk orang sekitar,” tukas pria kelahiran 1963 tersebut, belum lama ini. Karena itu, tak heran jika kemudian pilihannya jatuh untuk fokus pada organisasi yang sudah dia kenal sejak lama, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

“Fokus ICMI adalah melakukan pemberdayaan masyarakat akar rumput,” tukas ayah dari tiga anak ini.

Dia mencontohkan, ada tiga fokus kefaedahan tersebut, yakni di lini ekonomi, pendidikan,  dan kesehatan. Demikian berniat fokus pada aktivitas tersebut, Ilham merelakan kegiatan bisnisnya sebatas pengawasan, bukan pelaksana operasional. “Saat ini, saya seimbangkan kesibukan saya 50% untuk sosial dan 50% untuk bisnis,” ujar pria penyuka musik klasik itu.

Sebetulnya, segudang posisi penting di bidang bisnis masih dipegang Ilham. Sebut saja, misalnya, posisi direktur utama di PT Ithabi Rekatama, komisaris PT Citra Tubindo Tbk, direktur utama PT Industri Mineral Indonesia, dan komisaris Sound Oil Plc. Namun, seperti dia bilang tadi, secara perlahan bakal dialihkan. Mau masuk ranah politik?

“Oh tidak. Maksudnya, saya bukan tipe yang terobsesi mengejar suatu jabatan politis dengan menekuni karier di salah satu partai politik,” urai ketua Komite Kadin untuk Jerman, Austria, dan Swiss itu.

Baginya, jika ada permintaan atau pinangan dari kekuatan partai politik tertentu untuk mengabdi kepada negara, dia membuka diri. “Asal cocok, jalan. Jadi, politik itu bagi saya suatu panggilan juga, karena latar belakang saya,” cetusnya.

Tak Sebatas Komitmen
Ilham berprinsip, komitmen saja tidak cukup. Komitmen dengan mudah bisa diucapkan. Hal yang penting adalah bagaimana seseorang mampu mengimplementasikan komitmen yang dimilikinya.

“Tanpa implementasi, komitmen tak berarti apa-apa,” sergah pria penerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Pemerintah Republik Indonesia itu.

Implementasi menjadi penting sebagai wujud nyata kehidupan manusia. Termasuk, kata dia, bagaimana menangani tantangan tersendiri dalam mengurus anak. Ketiga anaknya memiliki karakter khas masing-masing. Si sulung yang kini kuliah di Boston, Amerika Serikat, menekuni ilmu teknologi lingkungan.

“Inginnya saya, dia kuliah di Jerman, tapi saya kasih kebebasan memilih. Mengurus anak itu tantangan tersendiri, kita harus tahu karakter anak,” sergah Ilham yang saat ini juga menjabat Ketua Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ).

Dia mengaku, pengaruh gen bakal lebih besar memengaruhi seseorang, sekalipun sudah diberi banyak pendidikan. “Bisa saja dari gen leluhurnya,” tambah Ilham.

Guna meningkatkan kebersamaan di keluarga, Ilham mengaku memilih momen makan pagi bersama. “Senin- Jumat, saya pasti makan pagi bersama. Kami saling berkomunikasi saat makan pagi, sekaligus menikmati hasil masakan saya,” seloroh Ilham yang pandai membuat pancake dan masakan aneka telur.

Pria penyuka olahraga renang ini mengaku memilih liburan ke Jerman. Maklum, sudah sekitar 20 tahun dia menetap disana. “Kalau liburan saya menyetir sendiri dari Jerman ke Italia, Swiss, dan Austria,” papar Ilham yang kini anggota Komite Inovasi Nasional (KIN).

Dia juga mengisi liburan dengan bermain bersama anak-anak. Ada sejumlah jenis permainan yang digemari bersama. “Kami suka main scrable bersama. Permainan ini amat bagus untuk melatih daya ingat anak-anak,” sergah doctor lulusan Technical University of Munich, Jerman, tersebut. (ed)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com