Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

OJK Edukasi Industri Jasa Keuangan Selesaikan Sengketa

Selasa, 12 Januari 2016 | 12:19 WIB
Investor Daily

MANADO-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengedukasi industri Jasa Keuangan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam menyelesaikan sengketa.

"Di awal tahun ini, kami melakukan seminar layanan alternatif penyelesaian sengketa kepada industri keuangan karena di tahun 2015 ada begitu banyak pengaduan yang kami terima," kata Kepala OJK Sulut Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Dwi Suharyanto kepada Antara di Manado, Selasa.

Dia mengatakan di tahun 2015 ada sebanyak 102 pengaduan dalam bentuk surat yang masuk ke OJK dan sebanyak 327 nasabah yang datang langsung ke kantor.

"Dari pengaduan yang cukup banyak tersebut dikarenakan nasabah dan industri keuangan tidak mampu menyelesaikan secara internal," jelasnya.

Oleh sebab itu, seminar layanan alternatif penyelesaian sengketa ini dirasa sangat penting untuk dilakukan.

Direktur Eksekutif Pusat Mediasi Nasional Ahmad Fahmi Shahab mengatakan OJK menetapkan kebijakan bahwa penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan diselesaikan melalui dua tahapan.

Tahapan pertama lembaga jasa keuangan menyelesaikan pengaduan yang disampaikan oleh konsumen. Tahapan kedua, apabila tidak tercapai kesepakatan dalam penyelesaian pengaduan tersebut, konsumen dan lembaga jasa keuangan dapat menyelesaikan sengketanya melalui pengadilan atau di luar pengadilan.

Lembaga alternatif penyelesaian sengketa adalah lembaga yang melakukan penyelesaian sengketa di luar pengadilan.

OJK menetapkan kebijakan bahwa apabila penyelesaian sengketa dilakukan melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa, maka lembaga yang digunakan adalah lembaga alternatif penyelesaian sengketa yang dimuat dalam Daftar Lembaga Alternatif.

Dia mengatakan industri jasa keuangan terdiri dari beberapa sektor yaitu sektor perbankan, sektor pasar modal, sektor perasuransian, sektor dana pensiun, sektor pembiayaan sektor pegadaian dan sektor jasa keuangan lainnya.

Masing-masing sektor tersebut memiliki satu lembaga alternatif penyelesaian sengketa. Pembentukan lembaga alternatif penyelesaian sengketa di sektor perbankan dibentuk oleh bank-bank yang dikoordinasikan oleh asosiasi di sektor Perbankan, misalnya Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), dan Asosiasi Bank Asing Indonesia.

Saat ini lembaga alternatif penyelesaian sengketa sesuai dengan sektor masing-masing yaitu Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia Indonesia (BMAI) untuk sektor perasuransian, dan Badan Mediasi Dana Pensiun (BMDP) untuk sektor dana pensiun.

Seminar layanan alternatif penyelesaian sengketa di Sulut diikuti ratusan peserta baik dari bank umum, bank syariah, BPR, dan jasa keuangan lainnya.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN