Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Cermati ASII, BBNI, TLKM, BBCA, UNVR

Jumat, 12 Februari 2016 | 04:39 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

KDB Daewoo Securities Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini bergerak mix-negative,dalam rentang 4.690-4.790. Formasi Mat-Hold Candle yang terbentuk pada titik 87,97 mencerminkan bahwa swing positif yang mungkin terjadi pada perdagangan esok, akan membawa IHSG menguji resistensi terdekatnya pada level 4.785-4.790.

 

Perdagangan kemarin, IHSG ditutup melonjak 0,91% ke level 4.776. Ini terjadi disaat mayoritas bursa Asia Pasifik melorot ke area negatif, perburuan sejumlah saham unggulan seperti ASII, BBNI, TLKM, BBCA, UNVR, dengan kenaikan pada masing-masing saham mencapai 2% menjadi katalis positif yang mendorong indeks. Diantaranya dilakukan oleh investor asing yang mencatatkan nilai pembelian bersih mencapai Rp 878,36 miliar.

 

Aktifitas transaksi mulai terlihat tumbuh 6,53% dibandingkan besaran rata-rata saham diperdagangkan selama lima hari terakhir, dengan tercatat sebanyak 4,59 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 6,78 miliar.

 

Sedangkan Reliance Securities memperkirakan IHSG diperkirakan masih akan bergerak mixed cenderung tertekan dengan range pergerakan 4.700-4.840. Secara teknikal, indeks terkonsolidasi pada posisi harga yang cukup tinggi di area upper bands. Indikator stochastic pun konsolidasi negatif pada momentum osilator overbought. Peluang terkoreksi untuk IHSG masih cukup besar hingga menguji support MA200.

 

IHSG bergerak optimistis sejak awal sesi perdagangan kemarin, naik 43,37 poin sebesar 0,92% pada level 4.775,86 dengan volume yang moderat setelah mengalami 2 kali fase koreksi. Data penjualan eceran Indonesia dirilis berkontraksi terhadap ekspetasi yakni meningkat sebesar 10,4% dari 9,7% dengan ekspetasi turun 4,8%.

 

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN