Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelaksanaan vaksinasi gotong royong di sentra vaksinasi gotong royong yang ada di Senayan Park, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Pelaksanaan vaksinasi gotong royong di sentra vaksinasi gotong royong yang ada di Senayan Park, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

165.000 Vaksin Gotong Royong Sudah Dialokasikan ke 169 Perusahaan

Sabtu, 12 Juni 2021 | 17:30 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, sebanyak 165.000 dosis vaksin Covid-19 dari Sinopharm tahap pertama sudah dialokasikan sepenuhnya untuk perusahaan swasta yang mendaftar program vaksinasi gotong royong. Vaksin tersebut dialokasikan untuk 169 perusahaan, terutama di sektor padat karya.

“Untuk tahap kedua, ini masih menunggu alokasi. Tapi akan diprioritaskan untuk padat karya dan sektor perbankan ke beberapa provinsi di luar Jabotabek,” kata Shinta Kamdani saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (12/6/2021).

Diakui Shinta, ketersediaan vaksin yang terbatas masih menjadi tantangan percepatan pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Meskipun Jumat (11/6/2021) kemarin untuk tahap kedua sebanyak satu juta dosis vaksin Sinopharm kembali tiba di Indonesia, namun jumlahnya masih sangat terbatas untuk memvaksin 10,5 juta pegawai dari 28.000 perusahaan yang telah mendaftar.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani

“Antusiasmenya sangat besar, tetapi memang supply vaksinnya masih terbatas. Untuk tahap pertama, kita baru dapat 500.000 dosis vaksin, dan itu juga harus dibagi dengan BUMN. Jadi perusahaan swasta itu hanya dapat sekitar 300.000-an vaksin, atau kalau dibagi untuk dua kali suntik, hanya untuk 165.000 peserta,” kata Shinta.

Lantaran supply vaksin yang masih terbatas, Shinta juga meminta kepada perusahaan yang sudah mendaftar sejak Februari 2021 untuk bersabar mendapatkan alokasi vaksin. 

“Untuk yang tahap kedua sebanyak satu juta dosis, berarti itu untuk 500.000 peserta dan masih harus dibagi lagi dengan BUMN. Jadi memang masih terbatas. Tetapi kami tetap mengapresiasi pemerintah karena memang tidak mudah untuk mendapatkan vaksin,” kata Shinta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN