Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pakar Digital Siapkan Teknologi Face Recognition untuk Anies-Sandi

Sabtu, 5 Mei 2018 | 11:05 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA- Banyaknya aksi unjuk rasa di Jakarta serta perlakuan intimidasi kepada kelompok- kelompok tertentu mendorong Pakar Digital, Anthony Leong untuk menerapkan penggunaan teknologi Face Recognition ( fitur pengenalan wajah) kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

Advertisement

 

CEO Menara Digital itu mengatakan fitur ini akan sangat berguna untuk melacak oknum yang kerap menjadi provokator kericuhan di tempat umum.

 

“Sudah jadi rahasia umum bahwa di balik aksi unjuk rasa atau intimidasi kepada kelompok tertentu itu selalu ada yang mengkoordinir. Bahkan tidak jarang terungkap bahwa satu orang bisa menjadi ‘dalang’ d ibalik berbagai aksi demo. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih jeli dalam melihat hal itu, Face Recognition ini bisa menjadi solusi,” ungkap Anthony yang merupakan Tim Pemenangan Anies- Sandi ini.

 

Fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini berpendapat, padatnya kerumunan orang di lokasi terjadinya kericuhan sering kali menyulitkan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku provokator dan aksi kriminal lainnya sehingga memungkinkan oknum kejahatan dapat dengan mudahnya lolos dari pemantauan.

 

Sementara, Face Recognition dikatakannya, dapat mengindetifikasi pelaku di tempat umum.

 

“Face recognition memiliki beberapa keunggulan tidak hanya mendeteksi wajah, ada analisis data di sana bagaimana sikap atau perilaku kesehariannya. Semacam behavior analysis. Sudah saatnya Jakarta memiliki teknologi yang lebih mutakhir untuk preventif dan menertibkan yang kurang baik. Ini akan kita integrasikan dengan Jakarta Smart City nantinya, ” imbuh Anthony.

 

Ia menambahkan fitur Face Recognition sudah banyak digunakan di negara- negara maju seperti di Inggris dan China dimana teknologi ini digunakan untuk mengindentifikasi pelaku pencurian di tengah kerumunan bahkan membantu mengeliminasi kecurangan saat Pemilihan Umum.

 

Kini, Anthony sedang memformulasikan teknologi ini agar bisa segera diimplementasikan di Jakarta. “Sudah saatnya Jakarta mengadopsi teknologi serupa, selain untuk mengidentifikasi provokator bisa juga membaca perilaku masyarat dan meminimalisir tindakan kriminal,” ungkap Anthony.

 

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ada kemungkinan hoaks di balik viral video intimidasi dari massa #2019GantiPresiden terhadap massa #DiaSibukKerja.

 

Ia pun meminta Jakarta Smart City memeriksa keaslian video yang diduga memuat peristiwa pada Car Free Day (CFD), di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/4).

 

"Kan sekarang sudah ada teknologinya tuh bikin video hoaks. Jadi aku lagi minta Smart City pastikan dulu," ujar Sandi, saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/1). (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN