Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Profesor Dawam Rahardjo Intelektual dan Aktivis Progresif

Kamis, 31 Mei 2018 | 08:20 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA-  Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti berduka atas meninggalnya Profesor Dawam Rahardjo sebagai seorang intelektual dan aktivis yang progresif.

Dawam meninggal di usia 76 tahun pada Rabu (30/5), pukul 21.55 WIB di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, karena mengalami komplikasi.

"Pak Dawam adalah seorang intelektual dan aktivis Muslim yang progresif," kata Mu’ti ," katanya saat dihubungi Antara.

Almarhum akan dimakamkan pada Kamis di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

Dia mengatakan almarhum semasa hidup memiliki banyak gagasan besar yang bisa disaksikan hingga saat ini.

"Beliau adalah salah seorang yang turut membidani kelahiran ICMI, Baitul Mal Wat Tamwil (BMT), pemberdayaan pesantren dan program lainnnya," ujarnya.

Dawam, kata dia, juga pernah menjadi Ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah dan Ketua PP Muhammadiyah.

Dawam Rahardjo juga pernah menjabat sebagai Ketua ICMI se-Indonesia, pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur’an, dan Ketua Yayasan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (ELSAF) serta peneliti Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial (LP3ES).

Advertisement

 

Intelektual andal

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqie mengatakan Indonesia kehilangan salah satu tokoh intelektual andal seiring wafatnya cendikiawan muslim Dawam Rahardjo, Rabu (30/5) malam.

"Kita kehilangan satu lagi tokoh panutan di dunia intelektual dan aktivis yang handal untuk kemajuan bangsa," kata Jimly dalam pesan singkat di Jakarta, Kamis dini hari.

Jimly mengatakan Dawam merupakan sosok intelektual, aktivis serta pemikir sosial dan ekonomi politik yang selalu up to date atau mengikuti perkembangan terbaru. Mantan Ketua MK itu mengajak seluruh pihak mendoakan kepergian Dawam.

Sementara itu mantan Menko Kemaritiman serta Menko Ekuin Rizal Ramli memandang sosok Dawam sebagai seorang ekonom kerakyatan.

"Ia cendikiawan muslim, tokoh pluralis dan seorang muslim yang berani. Dia tidak gentar saat sebagian umat Islam di Indonesia mencela karena pembelaannya terhadap kaum minoritas di Indonesia," ujar Rizal dihubungi di Jakarta, Kamis dini hari.

Rizal mengatakan pembelaan Dawam terhadap kaum minoritas dan marjinal selalu berada dalam koridor kepantasan dan rasional.

Dawam Rahardjo wafat Rabu (30/5) di RS Islam Jakarta pada usia ke-76 tahun. Pria kelahiran Solo, 20 April 1942 itu ikut memberikan sumbangsih dalam ide pendirian organisasi ICMI, hingga menjadi anggota Dewan Kehormatan ICMI periode 2015-2020.

Semasa hidupnya Dawam banyak menulis buku antara lain berjudul Esai-esai ekonomi politik (1983), Deklarasi Mekah: Esai-esai ekonomi Islam (1987), Etika bisnis dan manajemen (1990), Habibienomics: Telaah pembangunan ekonomi (1995), Paradigma Alquran: Metodologi dan kritik sosial (2005), serta Nalar Politik Ekonomi Indonesia (2011). (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN