Menu
Sign in
@ Contact
Search

Pembangunan Stadion BMW Ditargetkan Rampung 2021

Minggu, 15 Jul 2018 | 14:10 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menargetkan pembangunan Stadion BMW yang sudah berganti nama menjadi Jakarta International Stadium akan rampung pada tahun 2021.


Advertisement

Pengerjaan konstruksi fisik ditargetkan akan dimulai akhir tahun 2018, dan akan dikerjakan dalam waktu 2,5 tahun atau tepatnya 30 bulan.


"Targetnya akhir tahun pembangunannya sudah bisa dimulai. Rencananya akan memakan waktu hingga 2,5 tahun, hampir 30 bulan untuk konstruksi fisiknya," kata Sandiaga saat meninjau kawasan Jakarta International Stadium di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/7).


Untuk anggaran pembangunannya, Sandiaga memastikan tidak menggunakan dana dari APBD DKI. Karena pembangunan stadion bertaraf internasional ini akan menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk membangun stadion tersebut, diperkirakan membutuhkan anggaran di atas Rp 2 triliun.


"Ini (anggarannya) lagi dihitung oleh konsorsium kontraktor. Tapi per kiraan saya, kisarannya di atas Rp 2 triliun karena pakai skema KPBU. Proyek pembangunan ini sudah tertuang dalam RPJMD kita. Jadi tanpa menggunakan anggaran APBD DKI, kita bisa memberikan fasilitas dan rumah baru bagi Persija," ujarnya.


Pembangunan stadion ini menjadi program prioritas bagi Pemprov DKI. Karena sudah banyak pihak, terutama dari para penggemar dan pengurus Persija yang menanyakan keberadaan Stadion BMW yang sudah lama tidak dibangun-bangun. Jadi penantian yang lama ini, Insya Allah

akan segera bisa dimulai," terangnya.


Sandiaga mengharapkan, keberadaan Jakarta International Stadium in i tidak kalah dengan stadion sepakbola di negara-negara yang sudah menjadi penyelenggara Piala Dunia. Sebab, standar desain dari Jakarta International Stadium ini hampir mirip dengan stadion di kota-kota besar.


"Jadi stadion generasi terbaru. Yang mana tribun penonton itu sangat dekat dengan lapangannya. Khususnya untuk sepakbola. Desainnya dari konsorsium kontraktor yang dipimpin oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero. Konsorsium ini sudah merekrut desain terbaru dari konsultan Amerika. Nanti konsultan ini akan mendetailkan desain dan studi kelayakannya," paparnya.


Dengan desain mendekatkan tribun dengan lapangan sepakbola ini, diharapkan para penonton bisa menghargai sepak bola bukan hanya sebuah etalase pertandingan olahraga, tetapi juga adalah industri dan bentuk suportifitas itu sendiri.


"Dengan mendesain stadion yang penontonnya dekat dengan lapangan itu akan meningkatkan nilai dari stadion dan nilai pertandingan itu sendiri. Seperti yang dilihat di Rusia, dekat sekali itu. Begitu pemain mencetak gol, tinggal loncat sama penonton. Jadi itu kekinian," ungkapnya.


Tak lupa pembangunan stadion ini juga harus berdasarkan pada konsep Transit Oriented Development(TOD).


Apalagi di kawasan Tanjung Priok sudah dilayani kereta rel listrik (KRL). Kedepan, selain kereta, nanti juga ada kereta ringan cepat (light rail transit/LRT) fase 5 yang akan dibangun di kawasan tersebut.


"LRT yang fase ke 5, kalau tidak salah atau yang ke 6 yang menuju Bandara, dari Kelapa Gading, juga lewat sini. Nanti kita ingin stasiunnya ada disini juga," jelasnya. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com