Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bambang Desak Hentikan Stagnasi Kasus Bank Century

Senin, 12 September 2011 | 10:43 WIB
Antara

JAKARTA- Anggota Tim pengawas kasus Bank Century DPR Bambang Soesatyo mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi maupun aparat penegak hukum lainnya segera menghentikan upaya-upaya stagnasi proses hukum skandal pemberian dana talangan sebesar Rp6,7 triliun ke Bank Century.

"Rekayasa untuk menstagnasikan proses hukum skandal Bank Century harus segera dihentikan," kata anggota tim pengawas kasus Bank Century DPR Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin.(12/9)

Menurut Bambang proses hukum yang proporsional terhadap skandal ini mutlak adanya, karena diperkirakan akan muncul data atau informasi baru yang belum terungkap selama ini.

Bambang mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejagung agar perlu mewaspadai kecenderungan itu.

"Jika rekayasa menstagnasikan proses hukum skandal ini berlanjut, potret sistem hukum kita tampak sangat berantakan. Kerugian terbesarnya adalah menguatnya kesan ketidakpastian hukum di negara ini,' kata Bambang.

Menurut Bambang masyarakat sudah paham bahwa stagnasi proses hukum skandal Bank Century adalah hasil rekayasa. Jawaban penegak hukum tentang tidak adanya bukti tindak pidana korupsi dalam skandal itu merupakan wujud nyata dari rekayasa untuk terjadinya stagnasi proses hukum.

"Karena itu saya mendesak agar rekayasa itu dihentikan. Lakukan proses hukum yang proporsional, mengacu pada rekomendasi dan keputusan sidang paripurna DPR," tegas Bambang.

Bambang memastikan bahwa rekayasa itu akan sia-sia karena data dan informasi baru mengenai skandal ini akan terus mengalir ke ruang publik. Keputusan atau vonis Arbitrasi Internasional atas gugatan Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi, pemilik eks Bank Century, pasti bakal menyajikan data dan info baru yang memperkuat kesan kejanggalan bailout itu.

Merasa dirugikan oleh kebijakan bailout itu, Hesham dan Rafat menggugat Pemerintah Indonesia Rp4 trilyun. Esensi gugatan ini seperti mengonfirmasi dugaan penyalahgunaan wewenang dalam menetapkan kebijakan bailout itu.

"Faktor berikutnya yang juga sangat signifikan pengaruhnya adalah hasil audit forensik oleh BPK. Meski baru berjalan sekitar 35 persen, hasil audit itu juga mengindikasikan adanya penyalahgunaan wewenang," kata Bambang.

Selain itu tambahnya faktor Muhammad Misbakhun harus diperhitungkan. Kepada pers, Misbakhun mengaku bahwa selama menjalani masa hukumannya di penjara, dia beberapa kali bertemu dan berdikusi dengan Robert Tantular, pemilik eks Bank Century. Robert Tantular memberi Misbakhun beberapa data dan informasi baru yang belum terungkap selama ini.

Semua perkembangan ini, tambah Bambang menjadi bukti bahwa akan selalu ada momentum untuk menyegarkan ingatan publik terhadap keengganan penegak hukum menuntaskan kasus ini.

"Kalau rekayasa itu berlanjut, saya khawatir tekanan publik akan diaktualisasikan dalam bentuk paling ekstrim, mengingat rasa keadilan sudah tercabik-cabik," kata Bambang Soesatyo.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN