Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masyarakat umum mengikuti proses vaksinasi Covid-19 di Terowogan Kendal, Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (30/7/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Masyarakat umum mengikuti proses vaksinasi Covid-19 di Terowogan Kendal, Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (30/7/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

2 Alasan Mendasar Anies Jadikan Vaksinasi Syarat Berkegiatan di Jakarta

Minggu, 1 Agustus 2021 | 05:21 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan 2 alasan mendasar menjadikan vaksinasi Covid-19 sebagai syarat untuk berkegiatan di Jakarta.

Pertama, kata Anies, alasan klinis yang membuktikan vaksinasi Covid-19 sangat efektif dalam mengurangi keterparahan dan kematian akibat Covid-19.

“Jadi, mengapa kewajiban vaksin itu juga ada sebelum kegiatan dimulai? Karena potensi penularan tetap ada dan kita ingin melindungi. Artinya, kalau ada kegiatan dan tetap tertular, insyaallah risikonya kecil untuk terjadi kasus berat apalagi pemberatan, apalagi pada fatalitas,” ujar Anies dalam Youtube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Berdasarkan data-data klinis yang diperoleh dari sekitar 4,2 juta warga KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin Covid-19 dosis 1, kata Anies, hanya 2,3% yang tetap terinfeksi Covid-19. Angka ini setara dengan 96.600 orang. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini merupakan pasien Covid-19 yang tidak bergejala atau bergejala ringan.

Selain itu, tutur Anies, dari 4,2 juta orang tersebut, hanya 0,013% yang meninggal sesudah terpapar Covid-19 atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk. Jika dilihat data tersebut, yang sudah divaksin tersebut case fatality rate atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari 1/3 dibandingkan mereka yang belum vaksin.

“Artinya, temuan riset medis kita tahu, dan data di Jakarta, tadi sudah saya paparkan, menunjukkan bahwa mereka yang sudah divaksin risikonya terbukti di lapangan jauh lebih kecil, daripada mereka yang belum divaksin. Data tersebut menunjukkan bahwa yang sudah vaksin risiko kematiannya menurun dan risiko gejala beratnya menurun. Oleh karena itulah, kita harus ikhtiar untuk mengurangi risiko, meninggikan potensi keselamatan diri, keselamatan keluarga, keselamatan lingkungan kita. Dengan cara melakukan vaksinasi," jelas Anies.

Alasan kedua, lanjut Anies, kecepatan pemberian vaksin di Jakarta cukup tinggi serta jangkauan yang sudah tervaksin mencapai lebih dari 7,5 juta orang.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, telah memberikan berbagai kemudahan akses bagi masyarakat untuk melakukan vaksinasi sehingga jika ingin beraktivitas maka segera mengikuti vaksinasi dengan cara mendaftar melalui JAKI atau langsung mendatangi sentra-sentra vaksinasi yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya mengajak kepada semua warga yang belum vaksin untuk menyegerakan vaksin. Caranya, bisa mendaftar melalui aplikasi JAKI atau bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Jadi, siap-siap dari sekarang yang sudah mau memulai kegiatan, mulainya dengan memastikan vaksinasi dilakukan," tegas Anies.

Anies juga menekankan agar warga tidak menghindari divaksin, tidak memalsukan bukti, maupun berbohong, karena pihaknya akan menyiapkan berbagai anitisipasi untuk hal tersebut. Karena, sudah jelas bahwa vaksin itu aman, menurunkan risiko kematian, dan mendapatkan vaksin itu sangat mudah, serta gratis. “Justru, membahayakan diri sendiri bagi yang terus-menerus menghindari vaksin,” pungkas Anies.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN